Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Terimbas Sentimen Global
Sabtu, 16 November 2024 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan pertumbuhan tersebut, The Fed melihat tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga, meskipun tekanan inflasi masih ada. Di sisi lain, tingkat inflasi AS menunjukkan kenaikan tipis pada Oktober, mencapai 2,6% year on year (yoy), dibandingkan 2,4% pada bulan sebelumnya. Hal ini semakin menambah tantangan bagi The Fed untuk mencapai target inflasi 2% di tengah pertumbuhan ekonomi yang solid.
Dari sentimen dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar di pasar keuangan domestik mencapai Rp7,42 triliun selama periode transaksi 11-14 November 2024.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa nilai tersebut terdiri dari aliran modal asing keluar bersih di pasar saham Rp4,12 triliun, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp3,65 triliun, sedangkan modal asing masuk bersih ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp0,35 triliun.
"Dengan demikian, sejak 1 Januari hingga 14 November 2024, total modal asing masuk bersih di pasar saham Rp30,88 triliun, di pasar SBN Rp37,29 triliun, dan di SRBI Rp192,98 triliun," paparnya.
Dari sentimen dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar di pasar keuangan domestik mencapai Rp7,42 triliun selama periode transaksi 11-14 November 2024.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa nilai tersebut terdiri dari aliran modal asing keluar bersih di pasar saham Rp4,12 triliun, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp3,65 triliun, sedangkan modal asing masuk bersih ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp0,35 triliun.
"Dengan demikian, sejak 1 Januari hingga 14 November 2024, total modal asing masuk bersih di pasar saham Rp30,88 triliun, di pasar SBN Rp37,29 triliun, dan di SRBI Rp192,98 triliun," paparnya.
(fjo)
Lihat Juga :