PLN EPI-Bahtera Adhiguna Kolaborasi TJSL Pengelolaan Sampah Organik

Senin, 18 November 2024 - 05:53 WIB
loading...
PLN EPI-Bahtera Adhiguna...
PLN EPI-BAg melaksanakan kolaborasi TJSL di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta. FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) melaksanakan kolaborasi TJSL di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta. Kolaborasi program TJSL tersebut diarahkan untuk menciptakan kemandirian serta keberlanjutan dalam pengelolaan sampah organik.

Dalam program TJSL bertajuk "Pengelolaan Sampah Organik Dapur dengan Maggot BSF" tersebut, warga Desa Karangasem diberi edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah hulu terpadu, hingga menghasilkan nilai tambah dari hasil pengolahan sampah organik melalui Maggot Black Soldier Fly (BSF).

Baca Juga: Aprindo Beberkan Strategi Menghadang Badai PHK, Begini Caranya

"PLN EPI berkomitmen untuk menyampaikan program ini secara keberlanjutan sehingga keberhasilan program ini selaras dengan tingkat partisipasi warga Desa Karangasem dalam memilah sampah organik dapur serta dapat menjadi program percontohan bagi desa lain," ungkap Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan dalam keterangan pers, Senin (18/11/2024).

BSF adalah sejenis lalat berwarna hitam yang larvanya (maggot) mampu mendegradasi sampah organik. Proses biokonversi oleh maggot ini dapat mendegradasi sampah lebih cepat, tidak berbau, dan menghasilkan kompos organik. Larva tersebut juga dapat menjadi sumber protein untuk pakan unggas dan ikan. "Proses biokonversi dinilai cukup aman bagi kesehatan manusia karena lalat ini bukan termasuk binatang vektor penyakit," jelas Mamit.

Kolaborasi ini mengajak komunitas lokal, yaitu Bank Sampah Ngupadi Rejeki untuk memilah sampah organik dapur dari rumah tangga kemudian dikumpulkan dan dipakai untuk budidaya maggot BSF. Hal ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan sampah dari rumah tangga (hulu) dan bernilai ekonomis serta dapat membuka peluang usaha baru.

Bank Sampah Ngupadi Rejeki juga telah menjalankan beberapa kegiatan untuk mengurangi volume sampah yang ada di Desa Karangasem, seperti pengumpulan dan penimbangan sampah anorganik, pengkomposan limbah ternak, dan pembuatan pupuk cair dari sampah organik dapur yang dapat digunakan untuk pupuk kebun.

Mamit mengatakan, peningkatan kapasitas keterampilan warga Karangasem dalam pengelolaan sampah secara mandiri dapat menghasilkan nilai tambah. Selain itu, peningkatan pengetahuan warga akan pentingnya edukasi terkait pemilahan sampah secara mandiri di rumah akan menciptakan rumah bersih dan sehat.

Baca Juga: India Uji Coba Rudal Hipersonik, Ini Speknya

Indikator keberhasilan dari program ini, lanjut Mamit, telah diukur sesuai kebutuhan warga Kalurahan Karangasem dengan target penerima manfaat sebanyak 250-300 kepala keluarga selama 7 bulan sehingga dapat mengurangi jumlah volume sampah organik sebanyak 2-3 ton per bulan. "Hal ini dapat menjadi pengurangan beban biaya bulanan untuk retribusi sampah warga di Kalurahan Karangasem dan memberikan pendapatan bagi warga dari hasil produk maggot BSF dan turunannya," kata Mamit.

Kepala Bebadan Pangreksaloka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menilai program ini sangat bagus dan menjadi percontohan bagi kalurahan lain. Dia berharap ke depannya program ini dapat berkembang dan terus berjalan secara konsisten berkelanjutan agar memberikan dampak positif bagi warga dan dapat diterapkan di Kalurahan lain.

"Semoga program ini menjadi awal permulaan yang baik dan ke depannya menjadi pelaku utama untuk sirkular ekonomi," pungkas Marrel.

Sementara itu, salah satu warga Kalurahan Karangasem, Riyanta mengungkapkan program ini memberikan manfaat luar biasa karena mampu mengurangi sampah organik, mengurangi pembakaran sampah kompos. Selain itu juga memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah dapur, menjaga lingkungan, serta memberikan penghasilan tambahan dari hasil produk maggot. "Maggot ini bermanfaat untuk pakan lele dan unggas. Residu yang dihasilkan oleh maggot juga dibuatkan pupuk padat untuk diberikan tanaman sayuran milik warga kelompok wanita tani," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
BRI Life Berkomitmen...
BRI Life Berkomitmen Berdayakan Ekonomi Lokal dan Pelestarian Lingkungan
Dian Widyanarti Raih...
Dian Widyanarti Raih Penghargaaan di Indonesia Leading Women Awards 2026
CSR Berkelanjutan Lippo...
CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
Kementrans Tempatkan...
Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Rekomendasi
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Berita Terkini
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved