3 Negara Asal Impor Susu Indonesia

Senin, 18 November 2024 - 19:15 WIB
loading...
3 Negara Asal Impor...
Produksi susu sapi di Indonesia diketahui masih sangat minim, lantaran itu Indonesia masih doyan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berikut 3 negara yang merupakan asal impor susu Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Impor susu Indonesia menembus angka 257.300 ton pada sepanjang periode Januari hingga Oktober 2024. Jumlah tersebut meningkat 7,07% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain naik secara tahunan, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat impor susu di bulan Oktober 2024 juga meningkat secara bulanan. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 20.201 ton, pada bulan ini jumlah impor mencapai 24.862 ton atau naik 23,07%.

Baca Juga: 7 Negara Penghasil Susu Sapi Terbesar di Dunia

Produksi susu sapi di Indonesia diketahui masih sangat minim, rata-rata hanya di angka 900.000 metrik ton per tahunnya. Jumlah tersebut bahkan tidak bisa mencukupi kebutuhan susu sapi nasional yang sebanyak 4,4 juta metrik ton di tahun 2022 lalu. Lantaran itu kebanyakan susu Indonesia masih diimpor dari beberapa negara.

Ada 3 negara yang merupakan asal impor susu Indonesia:

1. Selandia Baru

Selandia Baru merupakan sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Pasifik. Negara ini terdiri dari dua daratan utama, yaitu North Island dan South Island serta sekitar 700 pulau kecil.

Selandia Baru masuk dalam jajaran negara penghasil susu terbesar di dunia dan menempati posisi ketujuh. Menurut data Statista, pada 2021 negara ini memproduksi sekitar 22,2 juta metrik ton susu sapi.

Selandia Baru menjadi negara asal impor susu terbesar Indonesia mencapai 126,84 ribu ton atau senilai USD385 juta. Diterangkan oleh BPS, bahwa susu yang diimpor Indonesia bukan dalam bentuk susu segar, melainkan mayoritas bubuk atau krim.

2. Amerika Serikat

Pada posisi kedua negara asal impor susu Indonesia ditempati oleh AS, dimana angkanya mencapai 45,18 ribu ton yang senilai USD129 juta. Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu penghasil susu sapi terbesar di dunia.

Amerika Serikat memiliki volume produksi susu sapi sekitar 102,6 juta metrik ton pada tahun 2021. Dalam hal ini, The Dairy Farmers of America yang berbasis di AS menjadi pemain terbesar di pasar susu internasional.

Negara-negara bagian di AS yang terkenal akan produksi susu segarnya, antara lain California, Winconsin, New York, dan Idaho. Jenis sapi Holstein yang memiliki corak bulu hitam dan putih menghasilkan lebih dari 90% susu sapi di AS. Adapun, sapi jenis Jersey adalah sapi paling populer kedua di AS yang berkontribusi 7% dari total produksi susu AS.

3. Australia

Selanjutnya Australia mengisi peringkat ketiga negara asal impor susu RI mencapai 38,19 ribu ton atau senilai USD107 juta. Produksi susu yang dihasilkan para peternak lokal kalah dibandingkan dengan peternak di luar negeri, seperti Australia dan New Zealand.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyebut perbedaan produktivitasnya bisa mencapai setengah dari kedua negara tersebut. Produktivitas susu sapi di Indonesia hanya 8-12 liter per ekor per hari, sedangkan New Zealand dan Australia produktivitasnya mencapai 25 liter per ekor per hari.

Sebelumnya diterangkan juga bahwa susu impor seperti dari Australia dan negara lain bebas bea masuk. Hal ini membuat Indonesia kebanjiran susu impor sehingga susu produksi peternak tak terserap.

Baca Juga: Belum Ada Makan Siang Gratis, Impor Susu Sapi Sudah Capai 257.300 Ton

Kebijakan bebas bea masuk susu impor ini jadi pemicu utama Indonesia kebanjiran susu impor. Hal ini dimanfaatkan negara-negara pengekspor susu seperti Selandia Baru dan Australia.

Pada daftar selanjutnya ada Belgia dengan 15,23 ribu ton, yang senilai USD43 juta. Lalu ada juga dari negara tetangga yakni Malaysia 14,57 ribu ton-USD17 juta diikuti dengan negara lainnya 17,27 ribu ton sebesar USD47 juta.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Pengecualian Sanksi...
Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Kendaraan dan Kompor...
Kendaraan dan Kompor Listrik Kunci Kurangi Impor Energi
Diskusi Alergi Susu...
Diskusi Alergi Susu Sapi pada Anak, Sarihusada Dorong Edukasi dan Skrining Dini
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
AceKid Kenalkan Konsep...
AceKid Kenalkan Konsep Transparansi dalam Pemilihan Susu Anak
Rekomendasi
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Berita Terkini
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved