Pasar Modal Indonesia Semakin Optimistis
Senin, 31 Agustus 2020 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan, sentimen utama akan datang dari vaksin korona yang diperkirakan akan mulai diedarkan di kuartal pertama 2021 setelah uji coba fase 3 dinyatakan berhasil oleh Meneg BUMN. Sentimen dari global, dia melihat ada optimisme karena yield curve mulai steepening slope-nya.
Ini tentu, lanjut dia, karena the Fed menyatakan akan tetap dovish sampai jumlah pengangguran mencapai titik terendah. Target inflasi pun dinaikkan. Artinya, the Fed masih akan tetap menjaga likuiditas pasar dalam waktu yang cukup lama. (Baca juga: Begini Cara Mencegah Kanker Usus)
"Ini jadi penguat untuk Wall Street agar tetap kuat. Kita lihat juga Dow Jones hampir balik ke level 29.000, serta Nasdaq dan S&P telah mencapai rekor tertinggi. Jadi, saya optimistis IHSG ke 6.000 akhir tahun ini dan berpeluang ke 7.000 akhir tahun depan," jelasnya.
Dia juga mengingatkan agar pemerintah menjaga suasana kondusif masyarakat dengan pernyataan yang positif. Menurutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani seharusnya bisa bicara seefektif mungkin agar tidak meresahkan masyarakat. Resesi sejatinya harus dimaklumi akan tidak terhindarkan, karena semua aktivitas ekonomi yang harus berhenti akibat pandemi.
"Kucuran dana pemulihan ekonomi mandek karena ada ratusan triliun masih parkir di BPD. Jadi, tidak bisa salahkan pemerintah pusat yang sudah menyiapkan dananya. Penjelasan yang berlebihan justru kontraproduktif," papar Ferry. (Baca juga: Masyarakat jadi Melek Investasi karena Pandemi)
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W Widodo mengatakan bursa Nasdaq mulai kembali pulih, karena merupakan bursa untuk perusahaan-perusahaan teknologi.
Ini tentu, lanjut dia, karena the Fed menyatakan akan tetap dovish sampai jumlah pengangguran mencapai titik terendah. Target inflasi pun dinaikkan. Artinya, the Fed masih akan tetap menjaga likuiditas pasar dalam waktu yang cukup lama. (Baca juga: Begini Cara Mencegah Kanker Usus)
"Ini jadi penguat untuk Wall Street agar tetap kuat. Kita lihat juga Dow Jones hampir balik ke level 29.000, serta Nasdaq dan S&P telah mencapai rekor tertinggi. Jadi, saya optimistis IHSG ke 6.000 akhir tahun ini dan berpeluang ke 7.000 akhir tahun depan," jelasnya.
Dia juga mengingatkan agar pemerintah menjaga suasana kondusif masyarakat dengan pernyataan yang positif. Menurutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani seharusnya bisa bicara seefektif mungkin agar tidak meresahkan masyarakat. Resesi sejatinya harus dimaklumi akan tidak terhindarkan, karena semua aktivitas ekonomi yang harus berhenti akibat pandemi.
"Kucuran dana pemulihan ekonomi mandek karena ada ratusan triliun masih parkir di BPD. Jadi, tidak bisa salahkan pemerintah pusat yang sudah menyiapkan dananya. Penjelasan yang berlebihan justru kontraproduktif," papar Ferry. (Baca juga: Masyarakat jadi Melek Investasi karena Pandemi)
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W Widodo mengatakan bursa Nasdaq mulai kembali pulih, karena merupakan bursa untuk perusahaan-perusahaan teknologi.
Lihat Juga :