Tarif Baru Trump untuk China, Peluang Emas bagi Asia Tenggara
Rabu, 20 November 2024 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Lembaganya bekerja sama dengan merek-merek global untuk mengawasi kondisi rantai pasokan di ratusan pabrik. Semakin banyak perusahaan berinvestasi di Asia Tenggara dan pada dasarnya melokalisasi modal China di sana, kata Dato' Ong Chong Yi, direktur eksekutif Kaukus Inisiatif Sabuk dan Jalan untuk Asia Pasifik, dalam sebuah acara pada hari Jumat di Guangzhou.
Investasi langsung China di blok 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) mencapai sekitar USD25,12 miliar tahun lalu, naik 34,7% dari tahun 2022, kata konsultan bisnis Dezan Shira & Associates. Namun Trump diperkirakan akan menentang penggunaan negara ketiga untuk memotong tarif.
Baca Juga: Ketakutan Perang Nuklir, Swedia Minta Warganya Timbun Makanan dan Air
Pemerintahan pertamanya meningkatkan tekanan terhadap Vietnam pada t2019 dan 2020, tetapi tidak mengambil tindakan. Selama kampanye pemilihannya kembali tahun ini, Trump mengancam tarif 25% di Meksiko, simpul transshipment populer lainnya untuk China.
"Upaya Trump untuk memangkas defisit perdagangan AS dengan China akan kemungkinan besar akan meluas ke negara-negara yang telah diuntungkan oleh pengalihan perdagangan China," ujar Harry Murphy Cruise, seorang ekonom dari Moody's Analytics.
Investasi langsung China di blok 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) mencapai sekitar USD25,12 miliar tahun lalu, naik 34,7% dari tahun 2022, kata konsultan bisnis Dezan Shira & Associates. Namun Trump diperkirakan akan menentang penggunaan negara ketiga untuk memotong tarif.
Baca Juga: Ketakutan Perang Nuklir, Swedia Minta Warganya Timbun Makanan dan Air
Pemerintahan pertamanya meningkatkan tekanan terhadap Vietnam pada t2019 dan 2020, tetapi tidak mengambil tindakan. Selama kampanye pemilihannya kembali tahun ini, Trump mengancam tarif 25% di Meksiko, simpul transshipment populer lainnya untuk China.
"Upaya Trump untuk memangkas defisit perdagangan AS dengan China akan kemungkinan besar akan meluas ke negara-negara yang telah diuntungkan oleh pengalihan perdagangan China," ujar Harry Murphy Cruise, seorang ekonom dari Moody's Analytics.
(nng)
Lihat Juga :