Dua Dekade NCCR 2024 Menyoroti Transparansi dan Akuntabilitas dalam Keberlanjutan
Jum'at, 22 November 2024 - 12:58 WIB
loading...
Dua dekade pelaksanaan ASSRAT mengusung tema Enhanced Transparency and Accountability for Sustainable Business, menyoroti pentingnya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mendukung keberlanjutan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerjasama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) kembali menggelar Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2024.
Perayaan dua dekade pelaksanaan ASSRAT yang berlangsung di Hotel Rafles, Jakarta, Kamis (21/11/2024) mengusung tema “Enhanced Transparency and Accountability for Sustainable Business”, menyoroti pentingnya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mendukung keberlanjutan .
Baca Juga: Prinsip Sustainability Bisnis Mendesak, Jika Perusahaan Tidak Ingin Ditinggalkan
Dalam pidatonya, Ketua Juri ASRRAT 2024, Dr. V. Saptarini menyampaikan, sebanyak 70 organisasi, termasuk perusahaan dari sektor swasta dan publik serta institusi pendidikan tinggi berpartisipasi dalam ajang ini. Dari jumlah tersebut, 11 organisasi merupakan peserta baru, yang menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Menurut Saptarini, evaluasi independen dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keberlanjutan yang disampaikan memenuhi standar internasional GRI (Global Reporting Initiative) dan peraturan OJK. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kredibilitas laporan, serta mendorong perusahaan untuk menyiapkan laporan sesuai dengan standar yang digunakan sebagai kriteria.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas NCCR, Profesor Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dalam pidato secara daring mengatakan, Laporan Sustainability Corporate Global 2024 (OECD) menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan yang diperbaiki dapat memitigasi risiko lebih baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
“Lingkungan keberlanjutan saat ini semakin memprioritaskan bisnis dengan aksi dan tujuan yang jelas. Selain itu, Laporan Morgan Stanley 2023 menunjukkan bahwa 85% pelanggan individu berminat dengan investasi keberlanjutan untuk perusahaan yang jujur berkomitmen, dan jujur terhadap keberlanjutan,” kata Bambang.
Perayaan dua dekade pelaksanaan ASSRAT yang berlangsung di Hotel Rafles, Jakarta, Kamis (21/11/2024) mengusung tema “Enhanced Transparency and Accountability for Sustainable Business”, menyoroti pentingnya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mendukung keberlanjutan .
Baca Juga: Prinsip Sustainability Bisnis Mendesak, Jika Perusahaan Tidak Ingin Ditinggalkan
Dalam pidatonya, Ketua Juri ASRRAT 2024, Dr. V. Saptarini menyampaikan, sebanyak 70 organisasi, termasuk perusahaan dari sektor swasta dan publik serta institusi pendidikan tinggi berpartisipasi dalam ajang ini. Dari jumlah tersebut, 11 organisasi merupakan peserta baru, yang menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Menurut Saptarini, evaluasi independen dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keberlanjutan yang disampaikan memenuhi standar internasional GRI (Global Reporting Initiative) dan peraturan OJK. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kredibilitas laporan, serta mendorong perusahaan untuk menyiapkan laporan sesuai dengan standar yang digunakan sebagai kriteria.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas NCCR, Profesor Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dalam pidato secara daring mengatakan, Laporan Sustainability Corporate Global 2024 (OECD) menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan yang diperbaiki dapat memitigasi risiko lebih baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
“Lingkungan keberlanjutan saat ini semakin memprioritaskan bisnis dengan aksi dan tujuan yang jelas. Selain itu, Laporan Morgan Stanley 2023 menunjukkan bahwa 85% pelanggan individu berminat dengan investasi keberlanjutan untuk perusahaan yang jujur berkomitmen, dan jujur terhadap keberlanjutan,” kata Bambang.
Lihat Juga :