Dua Dekade NCCR 2024 Menyoroti Transparansi dan Akuntabilitas dalam Keberlanjutan
Jum'at, 22 November 2024 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sambutannya, Ketua NCCR, Dr. Ali Darwin, menggambarkan transformasi signifikan dalam praktik pelaporan keberlanjutan. Dari yang awalnya hanya dilakukan oleh segelintir perusahaan, kini pelaporan keberlanjutan telah menjadi praktik yang umum dalam dunia bisnis.
"Tren pelaporan keberlanjutan semakin menguat. Data KPMG menunjukkan bahwa 75% perusahaan besar dunia telah melakukannya. Di Indonesia, kewajiban pelaporan keberlanjutan semakin mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel terhadap dampak sosial dan lingkungan. Munculnya standar global seperti ISSB (International Sustainability Standard Board) semakin memperkuat tren ini, membuka jalan menuju masa depan perusahaan berkelanjutan," kata Ali.
"Standar ISSB kini semakin populer, dengan lebih dari 1.000 perusahaan yang mengadopsinya. Indonesia, melalui Ikatan Akuntan Indonesia dan regulator pasar modal, juga tengah mengadopsi standar ini. Ke depan, laporan keberlanjutan di Indonesia akan mengacu pada dua standar utama, yaitu GRI dan ISSB," ujar Ali menambahkan.
NCCR menetapkan lima peringkat laporan keberlanjutan, yaitu Platinum (tertinggi), Emas, Perak, Perunggu dan Penghargaan Khusus (Commendation).
Pada ASRRAT 2024 ini perolehan penghargaan platinum diraih oleh 11 perusahaan, antara lain; PT Angkasa Pura Indonesia, PT Bank SMBC Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bio Farma (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, PT Indo Tambangraya Megah, PT PLN Indonesia Power, PT PLN Nusantara Power, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur.
Sebanyak 35 perusahaan dan 1 sektor publik menerima penghargaan emas, yaitu PT ABM Investama Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT APP Purinusa Ekapersada, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, BPJS Ketenagakerjaan.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Indonesia Infrastructure Finance, Joint Operation Terminal Petikemas Koja (KSO Terminal Petikemas Koja), PT. Kideco Jaya Agung, PT Merdeka Battery Materials Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero).
"Tren pelaporan keberlanjutan semakin menguat. Data KPMG menunjukkan bahwa 75% perusahaan besar dunia telah melakukannya. Di Indonesia, kewajiban pelaporan keberlanjutan semakin mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel terhadap dampak sosial dan lingkungan. Munculnya standar global seperti ISSB (International Sustainability Standard Board) semakin memperkuat tren ini, membuka jalan menuju masa depan perusahaan berkelanjutan," kata Ali.
"Standar ISSB kini semakin populer, dengan lebih dari 1.000 perusahaan yang mengadopsinya. Indonesia, melalui Ikatan Akuntan Indonesia dan regulator pasar modal, juga tengah mengadopsi standar ini. Ke depan, laporan keberlanjutan di Indonesia akan mengacu pada dua standar utama, yaitu GRI dan ISSB," ujar Ali menambahkan.
NCCR menetapkan lima peringkat laporan keberlanjutan, yaitu Platinum (tertinggi), Emas, Perak, Perunggu dan Penghargaan Khusus (Commendation).
Pada ASRRAT 2024 ini perolehan penghargaan platinum diraih oleh 11 perusahaan, antara lain; PT Angkasa Pura Indonesia, PT Bank SMBC Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bio Farma (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, PT Indo Tambangraya Megah, PT PLN Indonesia Power, PT PLN Nusantara Power, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur.
Sebanyak 35 perusahaan dan 1 sektor publik menerima penghargaan emas, yaitu PT ABM Investama Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT APP Purinusa Ekapersada, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, BPJS Ketenagakerjaan.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Indonesia Infrastructure Finance, Joint Operation Terminal Petikemas Koja (KSO Terminal Petikemas Koja), PT. Kideco Jaya Agung, PT Merdeka Battery Materials Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero).
Lihat Juga :