One on One Bersama Wakil Kepala BP Danantara Kaharuddin Djenod: Tantangan Mengelola Aset Negara
Senin, 25 November 2024 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana aset yang terbatas ini dikelola dengan baik. Kita melihat pada sejarah, bagaimana pengelolaan BUMN yang ada selama ini menimbulkan efek multiflier yang sebenarnya tidak terlalu besar bagi pertumbuhan ekonomi kita. Maksimum kita hanya 1,9 kali lipat dari nilai investasi yang sudah kita gelontorkan, tapi kita lihat seharusnya tidak demikian.
Bagaimana caranya agar ini bisa memberikan efek multiflier yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita, karena target kita 8% minimal. Maka untuk mencapai nanti di posisi kita Indonesia Emas 2045, bahkan beberapa tahun ke depan itu sudah harus 10% ke atas.
Lalu bagaimana agar ini bisa tercapai?, maka sebenarnya investasi itu sesuatu yang harus return tinggi atau ROI yang tinggi dan sebagainya, tapi kalau hanya itu saja, maka kembali lagi efek multiflier hanya 1,9 kali lipat. Jadi yang harus kita jalankan adalah transformasi BUMN, kita benahi BUMN, kita benahi kebocoran-kebocoran yang ada, kita buat BUMN dari fundamental bisnisnya lebih efektif dan efisien.
Sehingga apa? kita mencapai kemandirian, BUMN-BUMN ini akan menjadi National Champion, Global Champion yang menumbuhkan kemandirian, yang kalau ini terjadi maka ketika investasi Danantara digelontorkan kepada BUMN yang sudah efektif dan efisien. Maka kita akan mendapatkan efek multiflier hingga 11, bahkan 12 kali lipat dari yang tadinya hanya 1,9.
Kalau kita hanya mengandalkan investment, mendapatkan ROI tinggi dan sebagainya. Maka mau tidak mau, kita harus investment ke perusahaan-perusahaan asing dan sebagainya. Kita tetap saja hanya menjadi penonton di negeri kita sendiri.
- Semangat Nasionalisme Pengelolaan BUMN kenapa tidak dari Dulu?
Ada banyak faktor, entah itu regulasi yang saling tumpang tindih sehingga bisa dikatakan Dirut-dirut BUMN ini gamang dalam melakukan strategi-strategi aksi korporasinya. Tapi yang paling utama adalah bagaimana pemimpin tertinggi kita memiliki power yang kuat dan memiliki keinginan kuat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.
Masalah regulasi akan kita benahi, kemudian juga bagaimana fundamental bisnis di tiap-tiap BUMN kita benahi. Keterbukaan itu menjadi syarat utama, sehingga pengelolaan PSU yang ada selama ini dan PSU model baru ke depan akan lebih mudah dilaksanakan. Karena ini hanya masalah di aspek manajerial, bagaimana kita mengatur penugasan pemerintah, tapi ini juga bisa memberikan return yang tinggi.
Bagaimana caranya agar ini bisa memberikan efek multiflier yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita, karena target kita 8% minimal. Maka untuk mencapai nanti di posisi kita Indonesia Emas 2045, bahkan beberapa tahun ke depan itu sudah harus 10% ke atas.
Lalu bagaimana agar ini bisa tercapai?, maka sebenarnya investasi itu sesuatu yang harus return tinggi atau ROI yang tinggi dan sebagainya, tapi kalau hanya itu saja, maka kembali lagi efek multiflier hanya 1,9 kali lipat. Jadi yang harus kita jalankan adalah transformasi BUMN, kita benahi BUMN, kita benahi kebocoran-kebocoran yang ada, kita buat BUMN dari fundamental bisnisnya lebih efektif dan efisien.
Sehingga apa? kita mencapai kemandirian, BUMN-BUMN ini akan menjadi National Champion, Global Champion yang menumbuhkan kemandirian, yang kalau ini terjadi maka ketika investasi Danantara digelontorkan kepada BUMN yang sudah efektif dan efisien. Maka kita akan mendapatkan efek multiflier hingga 11, bahkan 12 kali lipat dari yang tadinya hanya 1,9.
Kalau kita hanya mengandalkan investment, mendapatkan ROI tinggi dan sebagainya. Maka mau tidak mau, kita harus investment ke perusahaan-perusahaan asing dan sebagainya. Kita tetap saja hanya menjadi penonton di negeri kita sendiri.
- Semangat Nasionalisme Pengelolaan BUMN kenapa tidak dari Dulu?
Ada banyak faktor, entah itu regulasi yang saling tumpang tindih sehingga bisa dikatakan Dirut-dirut BUMN ini gamang dalam melakukan strategi-strategi aksi korporasinya. Tapi yang paling utama adalah bagaimana pemimpin tertinggi kita memiliki power yang kuat dan memiliki keinginan kuat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.
Masalah regulasi akan kita benahi, kemudian juga bagaimana fundamental bisnis di tiap-tiap BUMN kita benahi. Keterbukaan itu menjadi syarat utama, sehingga pengelolaan PSU yang ada selama ini dan PSU model baru ke depan akan lebih mudah dilaksanakan. Karena ini hanya masalah di aspek manajerial, bagaimana kita mengatur penugasan pemerintah, tapi ini juga bisa memberikan return yang tinggi.
Lihat Juga :