Rubel Ambruk, Bank Sentral Rusia Setop Beli Dolar AS
Jum'at, 29 November 2024 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan rubel terbaru terjadi setelah sanksi Barat bertubi-tubi dan meningkatnya ketegangan geopolitik. AS memperluas pembatasan pada sektor keuangan Rusia pekan lalu, dengan menargetkan bank terbesar ketiga di negara itu yakni Gazprombank, yang memainkan peran kunci dalam memproses pembayaran untuk ekspor energi.
Babak baru pembatasan dapat memperumit transaksi perdagangan luar negeri dan mengurangi insentif untuk likuiditas valuta asing yang dibawa ke Rusia, menurut analis Rosbank.
"Tren pelemahan rubel saat ini mungkin bakal berkelanjutan hingga tahun 2025," jelasnya.
Sebelum pernyataan bank sentral, analis memproyeksikan rubel bisa turun menjadi 119,8 versus dolar tahun depan karena ketegangan geopolitik dan kurangnya insentif dari pihak berwenang untuk membatasi volatilitas nilai tukar.
Para ahli mengatakan, rubel yang lemah akan membantu pemerintah Rusia menopang anggaran. Sebagian besar pendapatan yang dihasilkan dari ekspor energi datang dalam dolar dan euro, yang sekarang membawa pengembalian yang lebih besar dalam mata uang domestik.
Babak baru pembatasan dapat memperumit transaksi perdagangan luar negeri dan mengurangi insentif untuk likuiditas valuta asing yang dibawa ke Rusia, menurut analis Rosbank.
"Tren pelemahan rubel saat ini mungkin bakal berkelanjutan hingga tahun 2025," jelasnya.
Sebelum pernyataan bank sentral, analis memproyeksikan rubel bisa turun menjadi 119,8 versus dolar tahun depan karena ketegangan geopolitik dan kurangnya insentif dari pihak berwenang untuk membatasi volatilitas nilai tukar.
Para ahli mengatakan, rubel yang lemah akan membantu pemerintah Rusia menopang anggaran. Sebagian besar pendapatan yang dihasilkan dari ekspor energi datang dalam dolar dan euro, yang sekarang membawa pengembalian yang lebih besar dalam mata uang domestik.
Lihat Juga :