Rubel Ambruk, Bank Sentral Rusia Setop Beli Dolar AS
Jum'at, 29 November 2024 - 07:36 WIB
loading...
Bank sentral Rusia mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan pembelian mata uang asing di bursa domestik untuk mengurangi volatilitas pasar. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Bank sentral Rusia mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan pembelian mata uang asing di bursa domestik mulai 28 November 2024, hingga akhir tahun, untuk mengurangi volatilitas pasar. Pengumuman itu datang ketika mata uang Rusia, rubel meluncur ke level terendah mendekati rekor, mencapai 114 rubel terhadap dolar AS atau USD pada tengah pekan kemarin.
Regulator juga mengatakan, bakal terus menjual mata uang asing untuk mengisi kembali Dana Kekayaan Nasional. Volume operasi tersebut saat ini berjumlah 8,4 miliar rubel (USD74 juta) per hari, menurut pernyataan bank sentral.
Baca Juga: Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
Keputusan tentang kapan harus melanjutkan pembelian mata uang asing akan didasarkan pada "situasi di pasar keuangan," kata bank sentral.
Ditambahkan juga oleh legulator bahwa, pembelian dolar yang ditangguhkan akan dilakukan selama tahun 2025. Sebelumnya bank sentral Rusia pernah mengambil langkah serupa tahun lalu setelah sanksi Barat, dengan menghentikan sementara pembelian dolar dari 10 Agustus hingga akhir tahun untuk meredam pelemahan tajam rubel.
Regulator juga mengatakan, bakal terus menjual mata uang asing untuk mengisi kembali Dana Kekayaan Nasional. Volume operasi tersebut saat ini berjumlah 8,4 miliar rubel (USD74 juta) per hari, menurut pernyataan bank sentral.
Baca Juga: Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
Keputusan tentang kapan harus melanjutkan pembelian mata uang asing akan didasarkan pada "situasi di pasar keuangan," kata bank sentral.
Ditambahkan juga oleh legulator bahwa, pembelian dolar yang ditangguhkan akan dilakukan selama tahun 2025. Sebelumnya bank sentral Rusia pernah mengambil langkah serupa tahun lalu setelah sanksi Barat, dengan menghentikan sementara pembelian dolar dari 10 Agustus hingga akhir tahun untuk meredam pelemahan tajam rubel.
Lihat Juga :