Ojol Dilarang Isi BBM Pertalite, Ini Bahayanya

Jum'at, 29 November 2024 - 19:16 WIB
loading...
Ojol Dilarang Isi BBM...
Pembatasan subsidi BBM untuk ojek online dinilai akan berdampak pada harga kebutuhan barang. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pembatasan subsidi BBM untuk ojek online dinilai akan berdampak pada harga kebutuhan barang meskipun bakal ada bantuan sosial dari pemerintah.

Pengamat Ekonomi dan Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengatakan kebijakan tersebut sama saja pemerintah mencabut subsidi BBM untuk ojol dan akhirnya akan memicu inflasi.

"Larangan bagi ojol pakai BBM subsidi kebijakan blunder, sama saja pemerintah mencabut subsidi BBM. Dampaknya, biaya operasional Ojol membengkak sehingga menaikkan tarif Ojol bagi konsumen, yang memicu inflasi," kata Fahmy saat dihubungi, Jumat (29/11/2024).

"Tidak diragukan, kebijakan tersebut semakin memperburuk daya beli kelas menengah ke bawah," imbuhnya.

Baca Juga: Bahlil Beri Sinyal Ojol Tak Boleh Nenggak BBM Subsidi

Ekonom ini juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kehidupan masyarakat Indonesia yang akan dieksekusi penuh pada tahun 2025. Hal ini menjadikan pernyataan Prabowo adalah kontradiktif soal kebijakan larangan bagi ojol.

"Komitmen Prabowo untuk pro rakyat diragukan, hanya omon-omon saja, dengan kebijakan larangan Ojol pakai BBM Subsidi," tegas Fahmy.

Namun, Fahmy menilai wacana pembatasan BBM subsidi bagi ojol ini tidak otomatis mempengaruhi target pertumbuhan pemerintah menuju 8 persen.

Baca Juga: Polri Kembali Periksa Firli Bahuri Hari Ini, Bakal Ditahan?

Fahmy menekankan, pertumbuhan ekonomi akan dipengaruhi variabel lain, seperti investasi. Namun, jika ekonomi RI dibayangi oleh dampak konsumsi, kebijakan BBM ini akan menghambat ekonomi.

"Namun, kalau pertumbuhan ekonomi mengandalkan lebih konsumsi, kebijakan BBM itu menghambat capaian pertumbuhan ekonomi," ungkap Fahmy.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Rekomendasi
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Berita Terkini
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved