KUR BRI Bikin Pedagang Keripik Tempe Ini Bertahan Melewati Masa Pandemi
Sabtu, 30 November 2024 - 23:53 WIB
loading...
A
A
A
Tentu prosesnya tidak mudah karena produk keripik tempe harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya penggunaan minyak goreng, proses pembuatan, kemasan dan sertifikat halal. Pada awalnya dia hanya menjual sekitar 50 bungkus keripik tempe.
"Sebulan, dua bulan, paling yang laku sekitar 50 bungkus. Mungkin belum kenal, setelah tahu, penjualan mulai meningkat. Seminggu bisa jual banyak, sampai 200 bungkus," ujarnya.
Tantangan terbesar hadir ketika Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang membuat penjualan keripik tempe di mall turun drastis. Apalagi ketika diberlakukan lockdown hampir semua mall ditutup dan tak ada pengunjung yang datang.
Syahroni merasakan dampak yang begitu besar, bahkan kredit cicilan mobil yang biasa digunakan untuk membawa keripik tempe belum dibayar 3 bulan. "Saya memberanikan diri mengambil pinjaman ke BRI sekitar Rp65 juta untuk takeover mobil yang biasa digunakan mengantar keripik tempe," ucapnya.
Untuk bertahan selama masa pandemi, Syahroni menjual keripik tempe sejumlah warung-warung agar tetap produktif. Dia juga mencoba berjualan melewat secara online melalui sejumlah aplikasi dan melayani pembeli reseller yang datang ke tempatnya.
Setelah Pandemi COVID-19 berlalu usaha keripik tempe Syahroni mulai bergairah dan bisa memasarkan ke mall meskipun melalui protokol ketat. Melihat usaha keripik tempe kembali bangkit, dia menambah pinjaman ke BRI untuk menambah modal usaha.
"Sebulan, dua bulan, paling yang laku sekitar 50 bungkus. Mungkin belum kenal, setelah tahu, penjualan mulai meningkat. Seminggu bisa jual banyak, sampai 200 bungkus," ujarnya.
Tantangan terbesar hadir ketika Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang membuat penjualan keripik tempe di mall turun drastis. Apalagi ketika diberlakukan lockdown hampir semua mall ditutup dan tak ada pengunjung yang datang.
Syahroni merasakan dampak yang begitu besar, bahkan kredit cicilan mobil yang biasa digunakan untuk membawa keripik tempe belum dibayar 3 bulan. "Saya memberanikan diri mengambil pinjaman ke BRI sekitar Rp65 juta untuk takeover mobil yang biasa digunakan mengantar keripik tempe," ucapnya.
Untuk bertahan selama masa pandemi, Syahroni menjual keripik tempe sejumlah warung-warung agar tetap produktif. Dia juga mencoba berjualan melewat secara online melalui sejumlah aplikasi dan melayani pembeli reseller yang datang ke tempatnya.
Setelah Pandemi COVID-19 berlalu usaha keripik tempe Syahroni mulai bergairah dan bisa memasarkan ke mall meskipun melalui protokol ketat. Melihat usaha keripik tempe kembali bangkit, dia menambah pinjaman ke BRI untuk menambah modal usaha.
Lihat Juga :