Pemerintah Minta Apple Tambah Investasi Rp16 Triliun Jika Mau Berjualan iPhone 16
Rabu, 04 Desember 2024 - 11:34 WIB
loading...
Pemerintah meminta Apple menambah investasi jika ingin berjualan iPhone 16 di Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani meminta Apple menambah investasi sebesar USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun. Rosan menjelaskan, permintaan tambahan investasi itu dalam rangka memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produksi iPhone 16 yang saat ini dipenuhi oleh pihak Apple.
"Kami sudah bicara dan insyaallah mereka untuk tahap pertama, saya akan mendapatkan pernyataan secara tertulis, saya minta dari mereka investasi sebesar USD1 miliar, untuk tahap pertama," ujar Rosan di Kompleks DPR RI, dikutip, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga: Menperin: Proposal Investasi Apple Rp1,58 Triliun Belum Cukup Adil
Menurutnya, pemenuhan TKDN yang ditetapkan oleh standar Pemerintah menjadi modal awal iPhone 16 boleh dipasarkan di Indonesia. Sebab peningkatan TKDN ini punya manfaat ekonomi yang lebih untuk tambahan pendapatan negara, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Investasi di sini dong, ciptakan lapangan pekerjaan juga di sini. Juga yang paling penting bagaimana global value chain-nya ini, rantai pasoknya juga pindah investasi di kita," kata Rosan.
"Kami sudah bicara dan insyaallah mereka untuk tahap pertama, saya akan mendapatkan pernyataan secara tertulis, saya minta dari mereka investasi sebesar USD1 miliar, untuk tahap pertama," ujar Rosan di Kompleks DPR RI, dikutip, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga: Menperin: Proposal Investasi Apple Rp1,58 Triliun Belum Cukup Adil
Menurutnya, pemenuhan TKDN yang ditetapkan oleh standar Pemerintah menjadi modal awal iPhone 16 boleh dipasarkan di Indonesia. Sebab peningkatan TKDN ini punya manfaat ekonomi yang lebih untuk tambahan pendapatan negara, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Investasi di sini dong, ciptakan lapangan pekerjaan juga di sini. Juga yang paling penting bagaimana global value chain-nya ini, rantai pasoknya juga pindah investasi di kita," kata Rosan.
Lihat Juga :