Terbesar di Asia Tenggara, Pameran Manufacturing Indonesia 2024 Resmi Dibuka
Rabu, 04 Desember 2024 - 18:50 WIB
loading...
Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito (tengah), Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie (kiri) dan CEO & Co-Founder Imajin Chendy Jaya di pameran Manufacturing Indonesia 2024. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pameran industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara, Manufacturing Indonesia 2024, hari ini resmi dibuka. Mengambil tema "35 Years of Innovation-Driving the Future of Manufacturing" pameran ini menghadirkan lebih dari 1.300 peserta pameran dari 32 negara/wilayah.
Pameran ini berfokus pada transformasi industri menuju masa depan yang lebih maju, berkelanjutan, dan efisien. Sejak pertama kali diselenggarakan, Manufacturing Indonesia telah menjadi ajang strategis bagi inovator, pelaku industri, dan pembuat kebijakan untuk mempercepat perkembangan sektor manufaktur. Tahun ini, pameran menyoroti adopsi teknologi digital, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor sebagai pilar utama membangun daya saing.
Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie, mengungkapkan, tema tahun ini menggarisbawahi komitmen Pamerindo untuk terus menjadi platform yang relevan dalam mendorong inovasi dan kolaborasi. "Kami berharap pameran ini menginsipirasi pelaku usaha, dari skala besar hingga UKM untuk lebih tangguh menghadapi peluang dan tantangan di masa depan," ujarnya pada acara pembukaan pameran, di Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga: Dongkrak Perekonomian Nasional, 41 Kawasan Industri Baru Bakal Dibuka Mulai 2025
Digelar bersamaan dengan Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, dan Industrial Automation & Production Logistics Indonesia, Manufacturing Indonesia diharapkan menjadi solusi satu atap untuk teknologi manufaktur, wawasan strategis, dan perluasan jaringan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor manufaktur mencapai 19,02% terhadap perekonomian nasional pada triwulan III-2024, dengan pertumbuhan 4,72% (yoy). Capaian tersebut menegaskan ketangguhan industri nasional di tengah tantangan global dan pentingnya kebijakan strategis seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Pameran ini berfokus pada transformasi industri menuju masa depan yang lebih maju, berkelanjutan, dan efisien. Sejak pertama kali diselenggarakan, Manufacturing Indonesia telah menjadi ajang strategis bagi inovator, pelaku industri, dan pembuat kebijakan untuk mempercepat perkembangan sektor manufaktur. Tahun ini, pameran menyoroti adopsi teknologi digital, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor sebagai pilar utama membangun daya saing.
Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie, mengungkapkan, tema tahun ini menggarisbawahi komitmen Pamerindo untuk terus menjadi platform yang relevan dalam mendorong inovasi dan kolaborasi. "Kami berharap pameran ini menginsipirasi pelaku usaha, dari skala besar hingga UKM untuk lebih tangguh menghadapi peluang dan tantangan di masa depan," ujarnya pada acara pembukaan pameran, di Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga: Dongkrak Perekonomian Nasional, 41 Kawasan Industri Baru Bakal Dibuka Mulai 2025
Digelar bersamaan dengan Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, dan Industrial Automation & Production Logistics Indonesia, Manufacturing Indonesia diharapkan menjadi solusi satu atap untuk teknologi manufaktur, wawasan strategis, dan perluasan jaringan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor manufaktur mencapai 19,02% terhadap perekonomian nasional pada triwulan III-2024, dengan pertumbuhan 4,72% (yoy). Capaian tersebut menegaskan ketangguhan industri nasional di tengah tantangan global dan pentingnya kebijakan strategis seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Lihat Juga :