Dongkrak Perekonomian Nasional, 41 Kawasan Industri Baru Bakal Dibuka Mulai 2025

Rabu, 04 Desember 2024 - 16:44 WIB
loading...
Dongkrak Perekonomian...
Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Kemenperin, Ignatius Warsito mengatakan, Pemerintah akan membuka 41 Kawasan Industri baru mulai tahun 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ignatius Warsito mengatakan, Pemerintah akan membuka 41 Kawasan Industri baru mulai tahun 2025. Kawasan ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ignatius mengatakan, pembukaan kawasan industri baru ini dalam rangka mendongkak perekonomian nasional yang targetnya bisa tumbuh 8%. Harapannya banyak pelaku usaha yang berekspansi di kawasan-kawasan industri baru yang dibangun Pemerintah.

Baca Juga: Luhut Pastikan Pabrik Anoda Tahap II Rampung 2025, Pasok 3 Juta Mobil Listrik

"Kawasan industri itu yang mau kita dorong tahun depan, menjadi salah satu pengungkit target pertumbuhan ekonomi 8% melalui investasi-investasi di Kawasan Industri," ujarnya saat ditemui pada acara Manufacturing Indonesia di JIExpo Kemayoran, Rabu (4/12/2024).

Pada kesempatan itu, Ignatius melaporkan dari target 41 Kawasan Industri baru, saat ini ada sebanyak 20 Kawasan Industri masuk tahap operasional dan 21 Kawasan Industri masih dalam tahap pembangunan.

"Kalau target secara total itu tahun 2025 ada 165 Kawasan Industri, yang sudah memiliki izin usaha kawasan industri, tapi yang progres ini yang di dorong untuk punya izin itu ada 41, itu target di 2025," sambungnya.

Lewat penambahan kawasan industri baru itu, Ignatius mengharapkan, ada 600 ribu hektare lahan sudah terisi oleh industri selama 20 tahun mendatang. "Ini menjadi salah satu alat kita untuk percepatan pertumbuhan ekonomi kita diangka 6%,7%, dan mencapai 8% di tahun 2029," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved