Tak Gubris Sanksi Barat, Banyak Perusahaan AS dan Eropa Tetap Beroperasi di Rusia
Kamis, 05 Desember 2024 - 07:23 WIB
loading...
Sebagian besar perusahaan Barat memilih untuk tetap beroperasi di Rusia di tengah tekanan sanksi AS. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menagaskan, tidak pernah menekan perusahaan-perusahaan asing untuk meninggalkan negara tersebut di tengah sanksi Barat dan sebagian besar tetap bertahan. Hal itu disampaikan di forum Russia Calling di Moskow.
Putin mencatat, meskipun ada tekanan politik banyak perusahaan dari AS dan Eropa Barat terus beroperasi di Rusia. "Kami tidak pernah menekan siapa pun untuk meninggalkan pasar kami," ujar Putin, dilansir dari Russia Today, Kamis (5/12/2024).
"Setengah dari perusahaan-perusahaan itu terus beroperasi di negara ini seperti yang mereka lakukan sebelum sanksi. Beberapa telah mengalihkan operasi ke manajemen lokal di bawah kendali mereka, dan hanya sekitar seperempat dari perusahaan-perusahaan tersebut yang telah pergi atau sedang dalam proses meninggalkan ekonomi negara," tambahnya.
Baca Juga: 5 Negara BRICS yang Tidak Takut dengan Ancaman Donald Trump
Menurut Putin, pemutusan hubungan dengan Rusia telah memainkan peran utama dalam masalah ekonomi yang sedang dihadapi negara-negara Uni Eropa. Secara khusus, hal ini disebabkan oleh hilangnya pasokan energi Rusia yang stabil dengan harga yang wajar, serta kesempatan untuk menjual produk dan komponen pasokan mereka ke pasar Rusia, dan menggunakan rute logistik.
Uni Eropa juga kehilangan kesempatan untuk menggunakan mata uangnya untuk penyelesaian perdagangan, yang secara signifikan mengurangi keuntungan dalam ekonomi blok tersebut.
Putin mencatat, meskipun ada tekanan politik banyak perusahaan dari AS dan Eropa Barat terus beroperasi di Rusia. "Kami tidak pernah menekan siapa pun untuk meninggalkan pasar kami," ujar Putin, dilansir dari Russia Today, Kamis (5/12/2024).
"Setengah dari perusahaan-perusahaan itu terus beroperasi di negara ini seperti yang mereka lakukan sebelum sanksi. Beberapa telah mengalihkan operasi ke manajemen lokal di bawah kendali mereka, dan hanya sekitar seperempat dari perusahaan-perusahaan tersebut yang telah pergi atau sedang dalam proses meninggalkan ekonomi negara," tambahnya.
Baca Juga: 5 Negara BRICS yang Tidak Takut dengan Ancaman Donald Trump
Menurut Putin, pemutusan hubungan dengan Rusia telah memainkan peran utama dalam masalah ekonomi yang sedang dihadapi negara-negara Uni Eropa. Secara khusus, hal ini disebabkan oleh hilangnya pasokan energi Rusia yang stabil dengan harga yang wajar, serta kesempatan untuk menjual produk dan komponen pasokan mereka ke pasar Rusia, dan menggunakan rute logistik.
Uni Eropa juga kehilangan kesempatan untuk menggunakan mata uangnya untuk penyelesaian perdagangan, yang secara signifikan mengurangi keuntungan dalam ekonomi blok tersebut.
Lihat Juga :