Skenario Terburuk Dolar AS Tahun 2025 di Tengah Ancaman Tarif 100% Trump
Kamis, 05 Desember 2024 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan perlombaan senjata AI yang semakin intensif karena tidak ada raksasa atau bahkan pemerintah yang ingin ketinggalan, dan karena biaya listrik pusat data AI telah melonjak, permintaan yang tak terpenuhi untuk chip Blackwell yang lebih kuat namun dengan daya rendah membuat Nvidia mengambil mahkota sebagai perusahaan paling menguntungkan sepanjang masa," kata bank itu.
Sentimen tersebut dapat mendongkrak harga saham Nvidia dari level yang sudah tinggi hampir USD139 menjadi USD250, membuat pasar mempertanyakan seberapa tinggi harga itu bisa terus naik.
Peristiwa lain yang dapat mengirim gelombang kejutan di seluruh pasar global adalah China melepaskan stimulus fiskal sebesar 50 triliun yuan (USD7 triliun) pada tahun 2025 dan untuk tahun-tahun berikutnya, untuk "mengubah" ekonominya.
"Sebagian besar pengeluaran masuk langsung ke kantong konsumen melalui mata uang digital e-CNY, sehingga akan disuntikkan ke dalam perekonomian daripada untuk melunasi utang," tulis Kepala Strategi Investasi bank Charu Chanana.
Langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan "dampak reflasi yang kuat" di China dan dunia, serta harga komoditas yang lebih tinggi, menurut ahli strategi tersebut.
Dalam prediksi lainnya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bisa menjadi "tidak relevan" tahun depan di tengah melonjaknya popularitas dan keterjangkauan kendaraan listrik.
Sentimen tersebut dapat mendongkrak harga saham Nvidia dari level yang sudah tinggi hampir USD139 menjadi USD250, membuat pasar mempertanyakan seberapa tinggi harga itu bisa terus naik.
Peristiwa lain yang dapat mengirim gelombang kejutan di seluruh pasar global adalah China melepaskan stimulus fiskal sebesar 50 triliun yuan (USD7 triliun) pada tahun 2025 dan untuk tahun-tahun berikutnya, untuk "mengubah" ekonominya.
"Sebagian besar pengeluaran masuk langsung ke kantong konsumen melalui mata uang digital e-CNY, sehingga akan disuntikkan ke dalam perekonomian daripada untuk melunasi utang," tulis Kepala Strategi Investasi bank Charu Chanana.
Langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan "dampak reflasi yang kuat" di China dan dunia, serta harga komoditas yang lebih tinggi, menurut ahli strategi tersebut.
Dalam prediksi lainnya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bisa menjadi "tidak relevan" tahun depan di tengah melonjaknya popularitas dan keterjangkauan kendaraan listrik.
Lihat Juga :