Konsumsi BBM Nataru Diprediksi Naik 5%, Pertamina Jamin Pasokan Aman
Senin, 09 Desember 2024 - 17:22 WIB
loading...
Pertamina memastikan pasokan BBM secara nasional aman selama Nataru 2024/2025. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar minyak ( BBM ) secara nasional aman selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Diperkirakan konsumsi BBM naik 5 persen sepanjang periode tersebut.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan, seluruh Pertamina Group ikut menjaga pasokan BBM agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan pun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang beroperasi mulai 16 Desember 2024-9 Januari 2025.
"Pertamina telah melakukan antisipasi dan proyeksi peningkatan kebutuhan energi, termasuk peningkatan cadangan stok BBM, LPG dan Avtur dijaga di level aman, seluruh infrastruktur disiagakan," ujar Simon saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, (9/12/2024).
Baca Juga: Mudik Nataru, Pengguna Mobil Listrik Diprediksi Capai 8.000 Unit
Konsumsi BBM sepanjang Nataru tahun ini diperkirakan naik 5% dibandingkan kondisi normal. Kebutuhan LPG untuk rumah tangga melonjak 2,7% dibandingkan rata-rata normal. Sedangkan, solar turun 3,3% karena adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang atau truk.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan, seluruh Pertamina Group ikut menjaga pasokan BBM agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan pun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang beroperasi mulai 16 Desember 2024-9 Januari 2025.
"Pertamina telah melakukan antisipasi dan proyeksi peningkatan kebutuhan energi, termasuk peningkatan cadangan stok BBM, LPG dan Avtur dijaga di level aman, seluruh infrastruktur disiagakan," ujar Simon saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, (9/12/2024).
Baca Juga: Mudik Nataru, Pengguna Mobil Listrik Diprediksi Capai 8.000 Unit
Konsumsi BBM sepanjang Nataru tahun ini diperkirakan naik 5% dibandingkan kondisi normal. Kebutuhan LPG untuk rumah tangga melonjak 2,7% dibandingkan rata-rata normal. Sedangkan, solar turun 3,3% karena adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang atau truk.
Lihat Juga :