Komitmen Freeport Indonesia Kembalikan Ekosistem di Area Bekas Tambang Grasberg
Selasa, 10 Desember 2024 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Ketika rombongan SINDOnews dan sejumlah rekan jurnalis lainnya tiba di Bunaken Overlook, beberapa singing dog datang. Mereka tidak takut dengan kedatangan kami, tapi juga ‘malu-malu’ ketika didatangi.
Beberapa burung juga tampak beterbangan dan hingga di atas rerumputan.
Tambang Grasberg yang menjadi ikon Freeport Indonesia itu beroperasi sejak 1990 dan tutup April 2020 atau sekitar sekitar 30 tahun. Grasberg menjadi tambang tembaga dan emas tertinggi di dunia dengan ketinggian 4.285 mdpl. Baca juga: KPC Jaga Keberlanjutan Hunian Orang Utan lewat Proses Reklamasi
Selama beroperasi, tambang Grasberg menghasilkan sekitar 1,4 miliar ton batuan biji, dan sekitar 3,4 miliar ton overburden. Rata-rata di tiap 1 ton menghasilkan sekitar 10 kg tembaga dan 1-1,1 gram emas.
”Karena kalau istilah kita itu kalau di tambang yang terbuka itu suatu hal yang biasa tuh. Kadang-kadang di suatu segmen atau area untuk mendapatkan batuan biji konsentrat, kita harus buka overburden removal yang tidak bernilai ekonomis,” lanjutnya.
Beberapa burung juga tampak beterbangan dan hingga di atas rerumputan.
Tambang Grasberg yang menjadi ikon Freeport Indonesia itu beroperasi sejak 1990 dan tutup April 2020 atau sekitar sekitar 30 tahun. Grasberg menjadi tambang tembaga dan emas tertinggi di dunia dengan ketinggian 4.285 mdpl. Baca juga: KPC Jaga Keberlanjutan Hunian Orang Utan lewat Proses Reklamasi
Selama beroperasi, tambang Grasberg menghasilkan sekitar 1,4 miliar ton batuan biji, dan sekitar 3,4 miliar ton overburden. Rata-rata di tiap 1 ton menghasilkan sekitar 10 kg tembaga dan 1-1,1 gram emas.
”Karena kalau istilah kita itu kalau di tambang yang terbuka itu suatu hal yang biasa tuh. Kadang-kadang di suatu segmen atau area untuk mendapatkan batuan biji konsentrat, kita harus buka overburden removal yang tidak bernilai ekonomis,” lanjutnya.
(poe)
Lihat Juga :