Sun Life Gandeng CIMB Niaga Rilis Produk Asuransi Pendidikan di Luar Negeri
Selasa, 10 Desember 2024 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Menurut data UNESCO Institute for Statistics, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri telah tumbuh sebesar 21% sejak 2014. Alasan utama peningkatan itu, untuk kesempatan mendapatkan subjek pendidikan yang lebih variatif, pengalaman hidup di luar negeri, serta memperluas jaringan sosial.
Dia mengatakan, tren tersebut diperkirakan akan terus tumbuh. Namun, biaya pendidikan luar negeri yang terus mengalami kenaikan sekitar 5-7% setiap tahunnya semakin tinggi menjadi tantangan tersendiri. Pada tahun 2023, inflasi berdampak signifikan pada biaya studi di luar negeri di negara-negara favorit bagi pelajar dari Indonesia, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
Biaya kuliah di negara seperti Amerika Serikat dapat mencapai USD20,000 hingga USD60,000 per tahun, di Inggris berkisar antara £11,000 hingga £38,000 per tahun, sementara di Australia berkisar antara AUD20,000 dan AUD 45,000 per tahun.Selain itu, karena biaya hidup yang signifikan dan dipengaruhi oleh inflasi yang berkisar antara USD10,000–USD15,000 per tahun, orang tua memerlukan perencanaan keuangan yang matang agar dana pendidikan dapat dikelola secara optimal.
"Sebagai solusi atas kondisi di atas, Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga meluncurkan Produk X-Tra Proteksi Cermat USD. Produk ini diharapkan dapat membantu orang tua merencanakan dana pendidikan anak di luar negeri, sekaligus memberikan perlindungan asuransi yang komprehensif," tutur Danning.
X-Tra Proteksi Cermat USD menawarkan keunggulanmulai dari masa pembayaran premi hanya 5 tahun dengan perlindungan hingga 10 tahun, pengembalian premi hingga 115% dari total premi yang telah dibayarkan, manfaat meninggal dunia dengan uang pertanggungan hingga 100% dari premi, atau 110% dari nilai penebusan polis, mana yang lebih besar, hingga fleksibilitas pembayaran premi secara bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan.
Dia mengatakan, tren tersebut diperkirakan akan terus tumbuh. Namun, biaya pendidikan luar negeri yang terus mengalami kenaikan sekitar 5-7% setiap tahunnya semakin tinggi menjadi tantangan tersendiri. Pada tahun 2023, inflasi berdampak signifikan pada biaya studi di luar negeri di negara-negara favorit bagi pelajar dari Indonesia, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
Biaya kuliah di negara seperti Amerika Serikat dapat mencapai USD20,000 hingga USD60,000 per tahun, di Inggris berkisar antara £11,000 hingga £38,000 per tahun, sementara di Australia berkisar antara AUD20,000 dan AUD 45,000 per tahun.Selain itu, karena biaya hidup yang signifikan dan dipengaruhi oleh inflasi yang berkisar antara USD10,000–USD15,000 per tahun, orang tua memerlukan perencanaan keuangan yang matang agar dana pendidikan dapat dikelola secara optimal.
"Sebagai solusi atas kondisi di atas, Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga meluncurkan Produk X-Tra Proteksi Cermat USD. Produk ini diharapkan dapat membantu orang tua merencanakan dana pendidikan anak di luar negeri, sekaligus memberikan perlindungan asuransi yang komprehensif," tutur Danning.
X-Tra Proteksi Cermat USD menawarkan keunggulanmulai dari masa pembayaran premi hanya 5 tahun dengan perlindungan hingga 10 tahun, pengembalian premi hingga 115% dari total premi yang telah dibayarkan, manfaat meninggal dunia dengan uang pertanggungan hingga 100% dari premi, atau 110% dari nilai penebusan polis, mana yang lebih besar, hingga fleksibilitas pembayaran premi secara bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan.
Lihat Juga :