Pentingnya Komunikasi Strategis Tingkatkan Pemasaran di Era Digital
Jum'at, 13 Desember 2024 - 17:29 WIB
loading...
Dalam industri kesehatan yang semakin kompetitif kemampuan dokter dan klinik untuk membangun reputasi tidak lagi bergantung semata pada kualitas layanan medis. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dalam industri kesehatan yang semakin kompetitif kemampuan dokter dan klinik untuk membangun reputasi tidak lagi bergantung semata pada kualitas layanan medis. Di era digital , komunikasi strategis menjadi kunci meningkatkan pemasaran, kepercayaan publik dan membedakan diri dari kompetitor.
"Komunikasi strategis bukan hanya alat pemasaran, tetapi juga cara untuk menunjukkan kepedulian dan kredibilitas seorang dokter kepada pasien. Ketika dokter mampu menyampaikan edukasi kesehatan secara ringan dan relevan, mereka bukan hanya membantu pasien, tetapi juga memperkuat reputasi mereka sebagai pakar di bidangnya," ujar Communications Lead BRIEFER Celixa Yovanka, dalam diskusi yang bertajuk "From Clinic to Headlines: How Could Doctors Gain the Media Spotlight?" dikutip pada Jumat (13/12/2024).
Baca Juga:Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa, Prabowo Luncurkan Katalog Elektronik Versi 6.0
Dia menjelaskan banyak dokter belum sepenuhnya menyadari potensi komunikasi strategis dalam membangun citra profesional. Menurutnya transformasi dalam pola komunikasi kini mengharuskan para praktisi kesehatan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih proaktif, termasuk memanfaatkan media sosial, media massa, dan keterampilan berbicara di depan publik.
Celixa memaparkan berbagai tren komunikasi strategis yang berkembang di sektor kesehatan seperti komunikasi berbasis pasien (patient-centric communication), di mana dokter menggunakan platform digital untuk memberikan informasi kesehatan secara edukatif. Konten seperti ini tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu juga pentingnya memiliki kemampuan berbicara di depan publik untuk meningkatkan reputasi sebagai seorang praktisi.
Celixa juga menggarisbawahi pentingnya media massa sebagai medium untuk membangun kredibilitas. Hal tersebut didukung oleh sebuah survei tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 70,2% masyarakat masih mempercayai pemberitaan di media arus utama, seperti televisi, surat kabar cetak, radio dan berita daring. 34,7% responden di 38 provinsi ini juga menyebutkan bahwa mereka lebih percaya dengan sumber informasi yang disampaikan oleh tokoh, lembaga serta data resmi.
"Oleh karena itu, dokter yang mampu menyampaikan pesan kesehatan melalui media massa dengan cara yang menarik dan informatif cenderung lebih dipercaya oleh publik. Namun, keberhasilan ini membutuhkan strategi komunikasi yang dirancang dengan baik dan konsisten," jelas Celixa.
"Komunikasi strategis bukan hanya alat pemasaran, tetapi juga cara untuk menunjukkan kepedulian dan kredibilitas seorang dokter kepada pasien. Ketika dokter mampu menyampaikan edukasi kesehatan secara ringan dan relevan, mereka bukan hanya membantu pasien, tetapi juga memperkuat reputasi mereka sebagai pakar di bidangnya," ujar Communications Lead BRIEFER Celixa Yovanka, dalam diskusi yang bertajuk "From Clinic to Headlines: How Could Doctors Gain the Media Spotlight?" dikutip pada Jumat (13/12/2024).
Baca Juga:Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa, Prabowo Luncurkan Katalog Elektronik Versi 6.0
Dia menjelaskan banyak dokter belum sepenuhnya menyadari potensi komunikasi strategis dalam membangun citra profesional. Menurutnya transformasi dalam pola komunikasi kini mengharuskan para praktisi kesehatan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih proaktif, termasuk memanfaatkan media sosial, media massa, dan keterampilan berbicara di depan publik.
Celixa memaparkan berbagai tren komunikasi strategis yang berkembang di sektor kesehatan seperti komunikasi berbasis pasien (patient-centric communication), di mana dokter menggunakan platform digital untuk memberikan informasi kesehatan secara edukatif. Konten seperti ini tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu juga pentingnya memiliki kemampuan berbicara di depan publik untuk meningkatkan reputasi sebagai seorang praktisi.
Celixa juga menggarisbawahi pentingnya media massa sebagai medium untuk membangun kredibilitas. Hal tersebut didukung oleh sebuah survei tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 70,2% masyarakat masih mempercayai pemberitaan di media arus utama, seperti televisi, surat kabar cetak, radio dan berita daring. 34,7% responden di 38 provinsi ini juga menyebutkan bahwa mereka lebih percaya dengan sumber informasi yang disampaikan oleh tokoh, lembaga serta data resmi.
"Oleh karena itu, dokter yang mampu menyampaikan pesan kesehatan melalui media massa dengan cara yang menarik dan informatif cenderung lebih dipercaya oleh publik. Namun, keberhasilan ini membutuhkan strategi komunikasi yang dirancang dengan baik dan konsisten," jelas Celixa.
Lihat Juga :