Hasilkan Energi Ramah Lingkungan, Legislator Ungkap Urgensi Bangun Pabrik Bioethanol

Jum'at, 13 Desember 2024 - 15:42 WIB
loading...
Hasilkan Energi Ramah...
Legislator menilai positif berbagai upaya Pertamina melalui subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dalam mengembangkan bioethanol sebagai bahan bakar nabati (BBN). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menilai positif berbagai upaya PT Pertamina (Persero) melalui subholding Pertamina New & Renewable Energy ( PNRE ) dalam mengembangkan bioethanol sebagai bahan bakar nabati (BBN) . Termasuk di antaranya, kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara, Glenmore, Banyuwangi untuk membangun pabrik bioethanol .

”Karena ada tujan dari Pertamina untuk menghasilkan biofuel yang merupakan bahan bakar nabati (BBN) yang ramah lingkungan, tentu merupakan langkah penting dan perlu diapresiasi,” kata Eddy kepada media hari ini.

Langkah penting tersebut, karena saat ini Indonesia sedang menuju percepatan transisi energi. Untuk itu, imbuh Eddy, memang diperlukan berbagai upaya, termasuk di antaranya melalui pengembangan bioethanol untuk menggantikan energi fosil. ”Jadi, pembangunan pabrik ini merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga: Mendorong Pengembangan Bioethanol dari Sumber Selain Tebu

Menurut Eddy, melalui pengembangan bioethanol, diharapkan bisa meningkatkan kualitas bahan bakar yang ada saat ini. ”Apalagi negara-negara maju, umumnya sudah menerapkan Euro-5. Makanya, pengembangan bioethanol merupakan langkah penting agar Indonesia bisa menghasilkan bahan bakar yang memiliki kualitas lebih ramah lingkungan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Eddy menilai, bahwa dukungan Pemerintah sangat diperlukan agar program bioethanol bisa mengikuti kesuksesan biodiesel. Terutama, jika ternyata proses produksi bioethanol menghasilkan bahan bakar yang lebih mahal dibandingkan BBM. ”Jika demikian, maka perlu dukungan Pemerintah dalam bentuk subsidi atau kompensasi,” jelas Eddy.

Sebelumnya, pengamat energi Inas Nasrullah Zubir juga menilai positif upaya PNRE dalam mendukung pengembangan bioethanol. Hanya saja Inas mengingatkan, agar bioethanol sebagai bahan baku, tidak hanya mengandalkan tanaman tebu, karena membutuhkan waktu lama.

Inas mengaku sependapat jika bioethanol diperoleh melalui keanekaragaman sumber, termasuk pemanfaatan tanaman aren sebagai bahan baku. Apalagi, lanjutnya, tanaman aren tersebar hampir di seluruh Indonesia dan mudah dijumpai.

“Saya setuju, jika Indonesia juga memanfaatkan tanaman aren yang banyak tumbuh di wilayah kita. Saat penyelenggaraan Konferensi Para Pihak ke-21 (COP 21) yang merupakan konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015 di Paris, Pak Hashim (Djojohadikusumo) mengungkapkan hal itu. Pak Hashim juga memiliki hasil percobaan pohon aren yang dijadikan etanol dan berhasil. Jadi, mengapa kita tidak memanfaatkan pohon aren tersebut,” kata Inas.

Terkait peran PNRE, CEO of Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis menegaskan, sudah memiliki peta jalan pengembangan bioetanol hingga tahun 2031 untuk mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi. Sebab, pada 2034, diproyeksikan permintaan biofuel bisa mencapai 51 juta liter.

Baca Juga: Dipajang di GIIAS 2024. Toyota Innova Zenix Ini Bisa Pakai Bioethanol

Untuk itu, saat ini Pertamina NRE mulai menjalin kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk membangun pabrik bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur dengan kapasitas produksi 30 ribu kiloliter (KL) per tahun.

John Anis menegaskan saat ini Indonesia masih mengandalkan bahan bakar fosil yang emisinya lebih bersih sambil melakukan transisi ke BBM rendah karbon.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Transisi Energi Sektor...
Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi
Permintaan Gas PLN Diproyeksi...
Permintaan Gas PLN Diproyeksi Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Pilar Transisi Energi
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Rekomendasi
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Berita Terkini
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved