Menguak Alasan Banyak Investor Asing Ogah Investasi di Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya
Sabtu, 14 Desember 2024 - 20:24 WIB
loading...
Riset yang dilakukan The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) berhasil mengungkap alasan banyak investor asing yang enggan menanamkan modalnya di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Riset yang dilakukan The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) berhasil mengungkap alasan banyak investor asing yang enggan menanamkan modalnya di Indonesia. Disebut Direktur FIHRRST, Ali Rahmadi, salah satu alasannya adalah karena standar etika bisnis yang menurun.
"Ini ada suatu keadaan yang janggal juga. Kami mengamati bahwa mulai ada perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri yang enggan untuk investasi di Indonesia karena standar etikanya menurun,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip pada Sabtu (14/12/2024).
Baca Juga: Cadangan Migas Menipis dan Rumitnya Izin Bikin Investor Ogah Masuk ke Indonesia
Ali menyebut, banyak investor global mencari perusahaan yang memiliki komitmen terhadap etika bisnis dan perlindungan hak asasi manusia. Menurutnya, standar operasional yang baik dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar internasional. Oleh karena itu, ia menilai perusahaan perlu beradaptasi dengan tren global yang menekankan tanggung jawab sosial .
Dikatakan, pengintegrasian hak asasi manusia dalam operasional bisnis dapat memberikan dampak positif. Hal ini tidak hanya membangun reputasi baik, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan pemangku kepentingan.
"Ini ada suatu keadaan yang janggal juga. Kami mengamati bahwa mulai ada perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri yang enggan untuk investasi di Indonesia karena standar etikanya menurun,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip pada Sabtu (14/12/2024).
Baca Juga: Cadangan Migas Menipis dan Rumitnya Izin Bikin Investor Ogah Masuk ke Indonesia
Ali menyebut, banyak investor global mencari perusahaan yang memiliki komitmen terhadap etika bisnis dan perlindungan hak asasi manusia. Menurutnya, standar operasional yang baik dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar internasional. Oleh karena itu, ia menilai perusahaan perlu beradaptasi dengan tren global yang menekankan tanggung jawab sosial .
Dikatakan, pengintegrasian hak asasi manusia dalam operasional bisnis dapat memberikan dampak positif. Hal ini tidak hanya membangun reputasi baik, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan pemangku kepentingan.
Lihat Juga :