Sanksi AS Mengganggu Aliran Minyak Mentah Iran ke China

Rabu, 18 Desember 2024 - 14:21 WIB
loading...
A A A
Prospek yang lebih lemah menggarisbawahi tantangan yang dihadapi OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka seperti Rusia. OPEC+ awal bulan ini menunda rencananya untuk mulai menaikkan produksi hingga April 2025 dengan latar belakang adanya penurunan harga.

Dalam laporan bulanan, OPEC mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan minyak global di tahun 2024 akan mencapai sebesar 1,61 juta barel per hari (bph). Angka tersebut turun dari 1,82 juta barel per hari bulan lalu.

OPEC juga memangkas perkiraan pertumbuhan 2025 menjadi 1,45 juta barel per hari dari 1,54 juta barel per hari.

Pemotongan 210.000 barel per hari dalam 2024 adalah yang terbesar dari lima pengurangan yang telah dilakukan OPEC dalam laporan bulanannya sejak Agustus. Pada bulan Juli, OPEC memperkirakan permintaan dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari.

Setelah beberapa dekade sebagai pendorong dominan ekspansi konsumsi minyak, impor minyak mentah China berada di jalur untuk mencapai puncaknya tahun depan karena permintaan bahan bakar transportasi mulai menurun untuk pembeli minyak mentah utama dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Rekomendasi
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved