Indonesia Masih Mengincar Keanggotaan BRICS Meski Ada Ancaman Tarif Trump
Kamis, 19 Desember 2024 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
"Kita tidak hanya dekat dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, tapi juga semakin dekat dengan Rusia dan Cina. Sebagai hasilnya, kita memiliki kekuatan tawar-menawar yang lebih besar, yang akan menguntungkan kita," ujarnya dalam sebuah seminar nasional.
Baca Juga: Putin: Bermuka Dua, Para Pemimpin Barat Merasa Dipilih oleh Tuhan
Teuku berpendapat bahwa visi bersama BRICS, seperti yang tercantum dalam pernyataan bersama tahun 2021, menyerukan arsitektur politik, ekonomi, dan keuangan global yang direstrukturisasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang direformasi sebagai pusatnya. Dia mengatakan visi ini mencerminkan dunia kontemporer yang lebih adil, seimbang, dan representatif.
Meskipun Indonesia telah diundang untuk menjadi anggota BRICS sejak tahun 2022, Indonesia baru secara resmi menyatakan keinginannya pada bulan Oktober tahun ini. Indonesia saat ini adalah negara mitra BRICS, sebuah status yang berlaku untuk 12 negara lain, termasuk sesama negara ASEAN, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
Teuku mengatakan bahwa organisasi ini secara umum dipahami sebagai sebuah usaha untuk membentuk sebuah blok geopolitik yang mampu mengimbangi pengaruh lembaga-lembaga global yang didominasi Barat seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Muhsin Shihab, seorang penasihat ahli hubungan kelembagaan di Kementerian Luar Negeri Indonesia, mengatakan pada bulan November bahwa dengan bergabung dengan BRICS, Indonesia dapat meningkatkan pengaruh globalnya dan dapat membantu membentuk agenda Global South.
Baca Juga: Putin: Bermuka Dua, Para Pemimpin Barat Merasa Dipilih oleh Tuhan
Teuku berpendapat bahwa visi bersama BRICS, seperti yang tercantum dalam pernyataan bersama tahun 2021, menyerukan arsitektur politik, ekonomi, dan keuangan global yang direstrukturisasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang direformasi sebagai pusatnya. Dia mengatakan visi ini mencerminkan dunia kontemporer yang lebih adil, seimbang, dan representatif.
Meskipun Indonesia telah diundang untuk menjadi anggota BRICS sejak tahun 2022, Indonesia baru secara resmi menyatakan keinginannya pada bulan Oktober tahun ini. Indonesia saat ini adalah negara mitra BRICS, sebuah status yang berlaku untuk 12 negara lain, termasuk sesama negara ASEAN, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
Teuku mengatakan bahwa organisasi ini secara umum dipahami sebagai sebuah usaha untuk membentuk sebuah blok geopolitik yang mampu mengimbangi pengaruh lembaga-lembaga global yang didominasi Barat seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Muhsin Shihab, seorang penasihat ahli hubungan kelembagaan di Kementerian Luar Negeri Indonesia, mengatakan pada bulan November bahwa dengan bergabung dengan BRICS, Indonesia dapat meningkatkan pengaruh globalnya dan dapat membantu membentuk agenda Global South.
(nng)
Lihat Juga :