Indonesia Masih Mengincar Keanggotaan BRICS Meski Ada Ancaman Tarif Trump
Kamis, 19 Desember 2024 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
"Jika kita merasa ada hal-hal yang dapat merugikan kepentingan nasional kita, maka kita dapat meninjau kembali keanggotaan kita di BRICS. Yang penting adalah bahwa upaya kita untuk bergabung dengan kelompok multilateral mana pun difokuskan untuk menjaga kepentingan nasional kita," tandas dia di depan para legilator.
Perjalanan Indonesia Gabung dengan BRICS
BRICS adalah organisasi kerja sama ekonomi global yang dibentuk pada tahun 2006 untuk memusatkan perhatian pada peluang investasi di antara negara-negara pendirinya, Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Indonesia menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan blok ini pada pertemuan puncak bulan Oktober di Kazan, Rusia, di mana Sugiono mengusulkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama BRICS dan Global South.
Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menggarisbawahi niatnya untuk bersahabat dengan China dan Amerika Serikat, dan mengatakan Indonesia tidak akan bergabung dengan blok militer manapun.
Teuku Rezasyah, seorang profesor yang berspesialisasi dalam diplomasi dan kebijakan luar negeri di Universitas Padjadjaran, mengatakan kepada VOA bahwa bergabung dengan BRICS menempatkan Indonesia di pusat geopolitik antara blok-blok kekuatan yang saling bersaing.
Perjalanan Indonesia Gabung dengan BRICS
BRICS adalah organisasi kerja sama ekonomi global yang dibentuk pada tahun 2006 untuk memusatkan perhatian pada peluang investasi di antara negara-negara pendirinya, Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Indonesia menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan blok ini pada pertemuan puncak bulan Oktober di Kazan, Rusia, di mana Sugiono mengusulkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama BRICS dan Global South.
Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menggarisbawahi niatnya untuk bersahabat dengan China dan Amerika Serikat, dan mengatakan Indonesia tidak akan bergabung dengan blok militer manapun.
Teuku Rezasyah, seorang profesor yang berspesialisasi dalam diplomasi dan kebijakan luar negeri di Universitas Padjadjaran, mengatakan kepada VOA bahwa bergabung dengan BRICS menempatkan Indonesia di pusat geopolitik antara blok-blok kekuatan yang saling bersaing.
Lihat Juga :