Wujudkan Ketahanan Logistik Nasional: Peran Strategis Transformasi Pelindo
Selasa, 31 Desember 2024 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan kajian yang dilakukan Pelindo serta testimoni dari pelanggan, percepatan layanan yang sudah dilakukan berdampak langsung pada penghematan BBM sebesar 15-30 persen per satu siklus pelayaran.
Transformasi layanan secara konsisten dan bertahap diterapkan di seluruh wilayah kerja Pelindo. Sebagai gambaran, standarisasi layanan operasional peti kemas di Cabang Sorong telah berhasil meningkatkan produktivitas bongkar-muat dari 17 BSH (Box per Ship per Hour) menjadi 30 BSH.
Selaras dengan itu, produktivitas penanganan crane juga naik dari 8 BCH (Box per Crane per Hour) menjadi 22 BCH yang berdampak pada penurunan port stay dari rata-rata 72 jam atau 3 hari menjadi 24 jam atau 1 hari.
Pada layanan operasional non-petikemas, standarisasi operasional di Cabang Jamrud-Nilam-Mirah (Surabaya) telah berhasil memperbaiki kinerja untuk komoditas curah cair dengan memangkas port stay hingga 30 persen, dari 89 jam menjadi 62 jam.
Perbaikan juga terlihat pada komoditas curah kering, dimana port stay dapat diturunkan hingga 22 persen, dari 86 jam menjadi 67 jam. Hal ini menunjukkan komitmen Pelindo dalam menguatkan konektivitas logistik nasional dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, energi dan hilirisasi pemerintah.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menambahkan, peningkatan kinerja pelabuhan juga didukung oleh digitalisasi layanan kepelabuhanan yang memungkinkan arus barang menjadi lebih terkontrol karena diawasi melalui sistem terintegrasi yang akurat dan responsif.
Transformasi layanan secara konsisten dan bertahap diterapkan di seluruh wilayah kerja Pelindo. Sebagai gambaran, standarisasi layanan operasional peti kemas di Cabang Sorong telah berhasil meningkatkan produktivitas bongkar-muat dari 17 BSH (Box per Ship per Hour) menjadi 30 BSH.
Selaras dengan itu, produktivitas penanganan crane juga naik dari 8 BCH (Box per Crane per Hour) menjadi 22 BCH yang berdampak pada penurunan port stay dari rata-rata 72 jam atau 3 hari menjadi 24 jam atau 1 hari.
Pada layanan operasional non-petikemas, standarisasi operasional di Cabang Jamrud-Nilam-Mirah (Surabaya) telah berhasil memperbaiki kinerja untuk komoditas curah cair dengan memangkas port stay hingga 30 persen, dari 89 jam menjadi 62 jam.
Perbaikan juga terlihat pada komoditas curah kering, dimana port stay dapat diturunkan hingga 22 persen, dari 86 jam menjadi 67 jam. Hal ini menunjukkan komitmen Pelindo dalam menguatkan konektivitas logistik nasional dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, energi dan hilirisasi pemerintah.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menambahkan, peningkatan kinerja pelabuhan juga didukung oleh digitalisasi layanan kepelabuhanan yang memungkinkan arus barang menjadi lebih terkontrol karena diawasi melalui sistem terintegrasi yang akurat dan responsif.
Lihat Juga :