Koperasi Indonesia, Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
Senin, 06 Januari 2025 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Ferry Juliantono yang hadir dengan Henra Saragih, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi yang baru sehari dilantik, menjelaskan, Koperasi TC Invest menjadi bukti lain betapa pentingnya digitalisasi koperasi. Hal ini menambah keyakinannya untuk semakin serius mendukung digitalisasi koperasi, antara lain dengan mengembangkan Super Apps Koperasi, termasuk pengembangan Bank Koperasi Digital untuk menggantikan Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin), serta mendukung rebranding koperasi.
Ferry juga menyinggung keseriusan pemerintah membangun perkoperasian terlihat dari langkah-langkah yang sudah dan akan diambil sejauh ini, antara lain dengan memberikan wewenang kepada koperasi untuk terlibat dalam berbagai sektor dan program pemerintah, diantaranya ikut mendistribusikan pupuk bersubsidi, program Makan Bergizi Gratis dalam hal penyaluran bahan baku dan lainnya. Program ini, kata Ferry, tidak hanya mengatasi stunting tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Termasuk penyediaan rumah bagi rakyat atau perumahan berbasis koperasi.
“Pak Prabowo baru saja menyetujui penambahan Rp10 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang bisa digunakan untuk menggerakkan gerakan koperasi,” ucap Ferry.
Sebagaimana disampaikan Ketua Pengurus Koperasi TC Invest Dr Iqbal Alan Abdullah, MSc digitalisasi telah menyelamatkan koperasi ini pada masa-masa sulit yaitu pandemi Covid-19 lalu. “Bayangkan semua manajemen di kantor pusat itu semua kena Covid-19 kita tidak bisa kemana-mana tapi dengan digitalisasi kita bisa bertahan karena semua transaksi kita digital. Kita punya juga aplikasi TCI Mobile dan ‘Juara’, kita punya sistem yang sangat transparan dan bisa dipantau kapan dan dimana saja. Kita bahkan sejak lama sudah host-to-host dengan bank-bank besar seperti BRI, BNI, BCA. Digitalisasi ini menyelamatkan kami, didukung kantor layanan di 15 lokasi di Indonesia, dan ini menjadi bukti digitalisasi sangat penting bagi koperasi di Indonesia,” ucap Iqbal Alan Abdullah.
Iqbal mengaku sangat optimis koperasi akan bangkit di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Prabowo karena dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki darah koperasi. Dimulai dari Presiden Prabowo sendiri dengan kakek beliau Margono Djojohadikoesoemo merupakan ahli koperasi dan pendiri BNI, termasuk ayah beliau Prof Soemitro Djojohadikoesoemo pendiri Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI). Bahkan Prabowo sendiri sampai saat ini memilih untuk tetap menjadi Ketua Dewan Pembina Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) karena berkomitmen untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Kita menaruh harapan besar koperasi akan bangkit di era ini. Itu sebabnya rakernas kali ini kita pilih tema ‘A New Era of Cooperative Towards 2045: Community, Collaboration, Competitive’. Apalagi tahun 2025 ditetapkan sebagai Tahun Koperasi Internasional oleh PBB,” sambungnya.
Ferry juga menyinggung keseriusan pemerintah membangun perkoperasian terlihat dari langkah-langkah yang sudah dan akan diambil sejauh ini, antara lain dengan memberikan wewenang kepada koperasi untuk terlibat dalam berbagai sektor dan program pemerintah, diantaranya ikut mendistribusikan pupuk bersubsidi, program Makan Bergizi Gratis dalam hal penyaluran bahan baku dan lainnya. Program ini, kata Ferry, tidak hanya mengatasi stunting tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Termasuk penyediaan rumah bagi rakyat atau perumahan berbasis koperasi.
“Pak Prabowo baru saja menyetujui penambahan Rp10 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang bisa digunakan untuk menggerakkan gerakan koperasi,” ucap Ferry.
Sebagaimana disampaikan Ketua Pengurus Koperasi TC Invest Dr Iqbal Alan Abdullah, MSc digitalisasi telah menyelamatkan koperasi ini pada masa-masa sulit yaitu pandemi Covid-19 lalu. “Bayangkan semua manajemen di kantor pusat itu semua kena Covid-19 kita tidak bisa kemana-mana tapi dengan digitalisasi kita bisa bertahan karena semua transaksi kita digital. Kita punya juga aplikasi TCI Mobile dan ‘Juara’, kita punya sistem yang sangat transparan dan bisa dipantau kapan dan dimana saja. Kita bahkan sejak lama sudah host-to-host dengan bank-bank besar seperti BRI, BNI, BCA. Digitalisasi ini menyelamatkan kami, didukung kantor layanan di 15 lokasi di Indonesia, dan ini menjadi bukti digitalisasi sangat penting bagi koperasi di Indonesia,” ucap Iqbal Alan Abdullah.
Iqbal mengaku sangat optimis koperasi akan bangkit di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Prabowo karena dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki darah koperasi. Dimulai dari Presiden Prabowo sendiri dengan kakek beliau Margono Djojohadikoesoemo merupakan ahli koperasi dan pendiri BNI, termasuk ayah beliau Prof Soemitro Djojohadikoesoemo pendiri Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI). Bahkan Prabowo sendiri sampai saat ini memilih untuk tetap menjadi Ketua Dewan Pembina Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) karena berkomitmen untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Kita menaruh harapan besar koperasi akan bangkit di era ini. Itu sebabnya rakernas kali ini kita pilih tema ‘A New Era of Cooperative Towards 2045: Community, Collaboration, Competitive’. Apalagi tahun 2025 ditetapkan sebagai Tahun Koperasi Internasional oleh PBB,” sambungnya.
Lihat Juga :