Bos Apple Sambangi Kemenperin, Bahas Nasib Penjualan iPhone 16 di Indonesia
Selasa, 07 Januari 2025 - 16:05 WIB
loading...
Perwakilan perusahaan teknologi Apple mengunjungi Kantor Kemenperin membahas tindak lanjut terkait rencana investasi di Indonesia dan nasib penjualan iPhone 16 di Indonesia. FOTO/Iqbal Dwi Purnama
A
A
A
JAKARTA - Perwakilan perusahaan teknologi Apple Inc . mengunjungi Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk membahas tindak lanjut terkait rencana investasi di Indonesia dan nasib penjualan iPhone 16 di Indonesia.
Berdasarkan pantauan, Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman beserta rombongan perwakilan perusahaan raksasa teknologi itu datang mengunjungi Kemenperin.
Selain Nick Amman, didepan lobby Kemenperin juga terlihat beberapa mobil berpelat dinas menteri yang terparkir. Sebelunmnya, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengaku selama ini komunikasi dengan pihak Apple terkait tawaran investasi di dalam negeri hanya menggunakan fitur chat di WhatsApp.
Baca Juga: Negosiasi dengan Apple, Pemerintah Perlu Utamakan Kepentingan Nasional
Febri menjelaskan, saat ini pihak Apple memang sudah mengajukan proposal investasi di Indonesia senilai Rp16 triliun. Namun, pengajuan tersebut belum pernah dibahas secara formal untuk merealisasikan rencana investasi tersebut.
Berdasarkan pantauan, Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman beserta rombongan perwakilan perusahaan raksasa teknologi itu datang mengunjungi Kemenperin.
Selain Nick Amman, didepan lobby Kemenperin juga terlihat beberapa mobil berpelat dinas menteri yang terparkir. Sebelunmnya, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengaku selama ini komunikasi dengan pihak Apple terkait tawaran investasi di dalam negeri hanya menggunakan fitur chat di WhatsApp.
Baca Juga: Negosiasi dengan Apple, Pemerintah Perlu Utamakan Kepentingan Nasional
Febri menjelaskan, saat ini pihak Apple memang sudah mengajukan proposal investasi di Indonesia senilai Rp16 triliun. Namun, pengajuan tersebut belum pernah dibahas secara formal untuk merealisasikan rencana investasi tersebut.
Lihat Juga :