Impor 100 Ribu Sapi Perah dari AS, Ini Motivasi GKSI
Selasa, 07 Januari 2025 - 14:07 WIB
loading...
Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) bakal mengimpor 100.000 sapi perah dari Amerika Serikat (AS), berikut alasan yang melatarbelakanginya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) bakal mengimpor 100.000 sapi perah dari Amerika Serikat (AS), yang dilatarbelakangi oleh kondisi bahwa sapi yang ada di Indonesia hari ini. Rencana impor ini ditandai dengan Penyerahan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada Senin (6/12) kemarin.
"Sapi yang ada di Indonesia hari ini merupakan hasil persilangan genetik antara sapi lokal dan Frisian Holstein sehingga menghasilkan sapi yang tidak ideal dalam hal menghasilkan susu," ungkap Bendahara Umum GKSI, Febryanto S.E dalam sambutannya saat Diskusi dan Penyerahan NDA Rencana Importasi Sapi Perah dari AS.
Baca Juga: 3 Negara Asal Impor Susu Indonesia
Selain itu menurutnya, berkurangnya jumlah populasi sapi di Indonesia juga semakin memperparah keadaan dengan adanya Penyakit Mulut dan Kaki yang merebak di tahun 2022 mengakibatkan kematian sekitar 65.000 ekor sapi.
"Sehubungan dengan adanya kebutuhan ketersediaan susu dalam program Makan Bergizi Gratis oleh pemerintahan Presiden Prabowo, program impor sapi ini menjadi bentuk nyata komitmen oleh GKSI dalam menyukseskan program pemerintah tersebut dengan memenuhi kebutuhan susu pada program tersebut," jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan Kemenko Pangan RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian BUMN (ID Food), Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, dan US Dairy Export Council (USDEC).
Acara ini diskusi dan Penyerahan NDA Rencana Importasi Sapi Perah dari AS ini turut dihadiri oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang diwakili oleh Konselor Pertanian Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Lisa Ahramjian, Direktur-direktur Industri Perusahaan Susu (IPS) Indonesia seperti Ultrajaya, Nestle Indonesia, Cimory, Frisian Flag Indonesia, Freshland Inovasi Sejahtera, Mayora Indah, dan Greenfields Indonesia.
"Sapi yang ada di Indonesia hari ini merupakan hasil persilangan genetik antara sapi lokal dan Frisian Holstein sehingga menghasilkan sapi yang tidak ideal dalam hal menghasilkan susu," ungkap Bendahara Umum GKSI, Febryanto S.E dalam sambutannya saat Diskusi dan Penyerahan NDA Rencana Importasi Sapi Perah dari AS.
Baca Juga: 3 Negara Asal Impor Susu Indonesia
Selain itu menurutnya, berkurangnya jumlah populasi sapi di Indonesia juga semakin memperparah keadaan dengan adanya Penyakit Mulut dan Kaki yang merebak di tahun 2022 mengakibatkan kematian sekitar 65.000 ekor sapi.
"Sehubungan dengan adanya kebutuhan ketersediaan susu dalam program Makan Bergizi Gratis oleh pemerintahan Presiden Prabowo, program impor sapi ini menjadi bentuk nyata komitmen oleh GKSI dalam menyukseskan program pemerintah tersebut dengan memenuhi kebutuhan susu pada program tersebut," jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan Kemenko Pangan RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian BUMN (ID Food), Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, dan US Dairy Export Council (USDEC).
Acara ini diskusi dan Penyerahan NDA Rencana Importasi Sapi Perah dari AS ini turut dihadiri oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang diwakili oleh Konselor Pertanian Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Lisa Ahramjian, Direktur-direktur Industri Perusahaan Susu (IPS) Indonesia seperti Ultrajaya, Nestle Indonesia, Cimory, Frisian Flag Indonesia, Freshland Inovasi Sejahtera, Mayora Indah, dan Greenfields Indonesia.
Lihat Juga :