Respons Perintah Prabowo ke Bahlil, Kadin Ikut Kejar Produksi Minyak 1 Juta Barel/Hari
Selasa, 21 Januari 2025 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Tahun ini, KADIN akan mulai menjalankan Program “Eksplorasi Cerdas” yang bertujuan mengadopsi teknologi terkini seperti seismik 3D, analisis big data, dan kecerdasan buatan (AI).
Kedua, keberlanjutan dan efisiensi energi di sektor migas melalui Program “Migas Berkelanjutan”. Dalam program ini, KADIN akan mempromosikan teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasi migas dan mengembangkan kebijakan dan regulasi yang mendukung praktik migas berkelanjutan.
Ketiga, pengembangan infrastruktur migas. Pemerintah bersama swasta akan berfokus pada peningkatan jaringan distribusi dan fasilitas penyimpanan migas yang andal. Tahun 2025, KADIN mulai menginisiasi Program “Infrastruktur Migas Terpadu” yang akan fokus pada daerah yang membutuhkan infrastruktur tambahan.
Wakil Ketua Komite Tetap Rencana Strategis dan Kelembagaan Bidang ESDM KADIN Indonesia, Dwi Wahyu Daryoto menyoroti pentingnya penyusunan rencana strategis yang komprehensif untuk mencapai target lifting minyak 1 juta barel/hari.
“Kita harus fokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi teknologi di sektor hulu migas. Dengan kerangka regulasi yang mendukung, kami yakin target lifting ini dapat tercapai,” kata dia.
Menurut Dwi, target ini juga akan memberikan dampak positif bagi stabilitas moneter khususnya nilai tukar rupiah, seiring berkurangnya beban impor minyak. Dengan adanya dukungan kuat dari KADIN dan pelaku usaha, target lifting minyak 1 juta barel per hari diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Oleh karena itu, KADIN mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha, menciptakan stabilitas ekonomi dan politik, kepastian regulasi, penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal, serta penghapusan hambatan birokrasi yang dapat mengganggu perkembangan sektor migas.
Kedua, keberlanjutan dan efisiensi energi di sektor migas melalui Program “Migas Berkelanjutan”. Dalam program ini, KADIN akan mempromosikan teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasi migas dan mengembangkan kebijakan dan regulasi yang mendukung praktik migas berkelanjutan.
Ketiga, pengembangan infrastruktur migas. Pemerintah bersama swasta akan berfokus pada peningkatan jaringan distribusi dan fasilitas penyimpanan migas yang andal. Tahun 2025, KADIN mulai menginisiasi Program “Infrastruktur Migas Terpadu” yang akan fokus pada daerah yang membutuhkan infrastruktur tambahan.
Wakil Ketua Komite Tetap Rencana Strategis dan Kelembagaan Bidang ESDM KADIN Indonesia, Dwi Wahyu Daryoto menyoroti pentingnya penyusunan rencana strategis yang komprehensif untuk mencapai target lifting minyak 1 juta barel/hari.
“Kita harus fokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi teknologi di sektor hulu migas. Dengan kerangka regulasi yang mendukung, kami yakin target lifting ini dapat tercapai,” kata dia.
Menurut Dwi, target ini juga akan memberikan dampak positif bagi stabilitas moneter khususnya nilai tukar rupiah, seiring berkurangnya beban impor minyak. Dengan adanya dukungan kuat dari KADIN dan pelaku usaha, target lifting minyak 1 juta barel per hari diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Oleh karena itu, KADIN mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha, menciptakan stabilitas ekonomi dan politik, kepastian regulasi, penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal, serta penghapusan hambatan birokrasi yang dapat mengganggu perkembangan sektor migas.
Lihat Juga :