Apkasi Dorong Pemerintah Daerah Optimalkan Potensi Ekonomi Lokal
Kamis, 23 Januari 2025 - 22:33 WIB
loading...
Apkasi mendorong pemerintah daerah (Pemda) mengoptimalkan ekonomi lokal. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) memberikan pendampingan intensif kepada pemerintah daerah untuk menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang mencakup strategi pengembangan komoditas lestari.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menegaskan pentingnya momentum penyusunan RPJMD 2025-2029 sesuai visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. "Ini saatnya pemerintah daerah merumuskan sasaran, tujuan, dan program yang mendukung keberlanjutan sesuai potensi lokal," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga: Kemendagri Dorong Pemda Percepat Pengadaan Barang Jasa lewat Katalog Elektronik V6
Pendampingan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Komoditas Lestari dan Rancangan Awal RPJMD yang dilaksanakan di Jakarta, baru-baru ini. Sebanyak 85 peserta, perwakilan dari dinas teknis dan Bappeda di 29 kabupaten yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Maluku hadir dalam Bimtek ini.
Peserta dari dinas teknis di 15 kabupaten fokus pada pengembangan strategi komoditas lestari. Bimtek ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Krealogi, Systemiq, Madani Berkelanjutan, dan akademisi Universitas Diponegoro sebagai fasilitator.
Dengan menggunakan pendekatan Value Chain Collaborator Canvas (VC3), peserta diajak untuk memetakan potensi komoditas lestari di daerah masing-masing, mulai dari hulu hingga hilir. Para peserta belajar mengidentifikasi komoditas ramah lingkungan berbasis kearifan lokal yang mampu mendukung keberlanjutan ekologis dan ekonomi. Mereka juga dibekali kemampuan menganalisis tantangan di tingkat produksi, pengolahan, dan pasar, serta merumuskan solusi yang melibatkan kolaborasi dalam rantai nilai.
Baca Juga: Aplikasi Dapodik 2025 B Dirilis, Bagaimana Cara Instalnya?
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menegaskan pentingnya momentum penyusunan RPJMD 2025-2029 sesuai visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. "Ini saatnya pemerintah daerah merumuskan sasaran, tujuan, dan program yang mendukung keberlanjutan sesuai potensi lokal," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga: Kemendagri Dorong Pemda Percepat Pengadaan Barang Jasa lewat Katalog Elektronik V6
Pendampingan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Komoditas Lestari dan Rancangan Awal RPJMD yang dilaksanakan di Jakarta, baru-baru ini. Sebanyak 85 peserta, perwakilan dari dinas teknis dan Bappeda di 29 kabupaten yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Maluku hadir dalam Bimtek ini.
Peserta dari dinas teknis di 15 kabupaten fokus pada pengembangan strategi komoditas lestari. Bimtek ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Krealogi, Systemiq, Madani Berkelanjutan, dan akademisi Universitas Diponegoro sebagai fasilitator.
Dengan menggunakan pendekatan Value Chain Collaborator Canvas (VC3), peserta diajak untuk memetakan potensi komoditas lestari di daerah masing-masing, mulai dari hulu hingga hilir. Para peserta belajar mengidentifikasi komoditas ramah lingkungan berbasis kearifan lokal yang mampu mendukung keberlanjutan ekologis dan ekonomi. Mereka juga dibekali kemampuan menganalisis tantangan di tingkat produksi, pengolahan, dan pasar, serta merumuskan solusi yang melibatkan kolaborasi dalam rantai nilai.
Baca Juga: Aplikasi Dapodik 2025 B Dirilis, Bagaimana Cara Instalnya?
Lihat Juga :