Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp11,2 Miliar, Begini Ramalan Bos Raksasa Investasi AS

Jum'at, 24 Januari 2025 - 08:04 WIB
loading...
Harga Bitcoin Bisa Tembus...
Bos perusahaan raksasa investasi multinasional Amerika Serikat (AS), BlackRock meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai tembus USD700.000 atau setara Rp11,2 miliar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bos perusahaan raksasa investasi multinasional Amerika Serikat (AS), BlackRock meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai tembus USD700.000 atau setara Rp11,2 miliar (dengan kurs Rp16.072 per USD). Kepala BlackRock, Larry Fink memprediksi lonjakan harga Bitcoin bisa terjadi, jika investor institusional mengalokasikan antara 2% dan 5% dari portofolio mereka untuk cryptocurrency .

Nilai koin digital yang paling populer di dunia itu mengalami lonjakan besar dalam beberapa bulan terakhir. Pada tahun 2024, harganya melonjak 121% hingga menyentuh level tertinggi USD108.135 pada bulan Desember. Pada hari Senin, setelah pelantikan Presiden AS Donald Trump, Bitcoin tembus rekor USD109.225.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Trump: Dolar Drop, Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Trump sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto" dunia dan berencana mendirikan cadangan Bitcoin nasional. Dalam sebuah panel diskusi di Davos, Fink mengatakan kepada audiens bahwa dia adalah "orang yang sangat percaya" pada cryptocurrency sebagai instrumen, dan menyoroti potensinya sebagai lindung nilai keuangan.

"Jika Anda takut akan penurunan nilai mata uang Anda, atau Anda takut dengan stabilitas ekonomi atau politik negara Anda, maka Anda dapat memiliki instrumen berbasis internasional yang disebut Bitcoin yang akan mengatasi ketakutan lokal tersebut," kata Fink.

Investor memanfaatkan momentum menuju adopsi institusional cryptocurrency.

"Saya bersama dana kekayaan negara selama minggu ini, dan ada percakapan, haruskah kita memiliki alokasi 2%? Haruskah kita memiliki alokasi 5%? Jika semua orang mengadopsi percakapan itu, maka akan menjadi USD500.000, USD600.000, USD700.000 untuk bitcoin," kata Fink.

Ia memberikan catatan bahwa, dirinya tidak mempromosikan token tersebut. Diketahui pada tahun lalu, BlackRock meluncurkan Bitcoin Trust dan Ethereum Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang berinvestasi langsung ke dua token kripto.

Fink dulunya skeptis terhadap aset digital. Pada tahun 2018, dia mengatakan kepada Bloomberg, bahwa klien BlackRock tidak tertarik pada kripto.

Dibuat pada tahun 2009, Bitcoin memungkinkan orang untuk mengirim dan menerima uang melalui internet tanpa bergantung pada bank atau pemerintah dalam sistem tradisional. Sifat token yang terdesentralisasi juga telah memfasilitasi penyalahgunaannya oleh organisasi kejahatan terorganisir dan untuk tujuan terlarang lainnya seperti pencucian uang dan pendanaan teroris.

Harga kripto kebanyakan dipengaruhi oleh pasokan, permintaan pasar, ketersediaan, mata uang kripto yang bersaing, dan sentimen investor. Meskipun digunakan secara luas untuk membeli barang dan jasa, tidak ada undang-undang internasional yang seragam untuk mengatur Bitcoin.

Saat ini token tersebut diadopsi sebagai mata uang resmi di El Salvador pada tahun 2021. Sedangkan pemerintah di seluruh dunia telah mewaspadai pengaruh cryptocurrency yang semakin meningkat, dan memperingatkan tentang bahaya berinvestasi ke dalam aset yang tidak stabil.

Baca Juga: CEO JPMorgan Sebut Bitcoin Tak Bernilai, Samakan dengan Merokok

Menurut sebuah opini oleh analis keuangan Susie Violet Ward yang diterbitkan oleh Forbes, pelembagaan Bitcoin akan membahayakan etos aslinya sebagai "uang kebebasan", dengan kontrol, regulasi dan ekonomi, bakal bakal mengikis desentralisasi token.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Bitcoin Tembus USD80.000,...
Bitcoin Tembus USD80.000, Didorong Arus ETF dan Sentimen Global
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Bitcoin Rebound Dekati...
Bitcoin Rebound Dekati USD79.500, Momentum Positif di Tengah Gejolak Geopolitik
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group Gandeng Indomaret
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Prediksi Harga Kripto...
Prediksi Harga Kripto Pakai AI Semakin Tren, Upbit: Investor Tetap Perlu Hati-Hati
Rekomendasi
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Berita Terkini
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Infografis
Eks Bos CIA: AS Bisa...
Eks Bos CIA: AS Bisa Langsung Campur Tangan di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved