BPJPH Dorong Pendampingan UMKM Penuhi Kapasitas Halal
Jum'at, 24 Januari 2025 - 18:25 WIB
loading...
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan saat mengunjungi pabrik AQUA di Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ( BPJPH ) mengapresiasi berbagai inisiatif AQUA dalam menjalankan keseluruhan proses produksi yang halal sekaligus mendorong pengembangan kapasitas pelaku UMKM termasuk pendampingan memenuhi kapasitas halal.
"Saya melihat bahwa AQUA bukan sekedar halal tetapi juga thayyib, karena telah konsisten mengalirkan kebaikan bersama Indonesia. Merek dengan logo halal tentunya baik untuk untuk dikonsumsi dan masyarakat tidak perlu ragu. Kami juga mengapresiasi usaha yang telah dilakukan AQUA dalam pendampingan UMKM binaanNYA untuk mendapatkan sertifikat halal," ujar Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam pernyataannya, Jumat (24/1/2025).
Baca Juga: One on One Bersama Kepala BPJPH Haikal Hassan: Silakan Jual Produk Nonhalal asalkan Kasih Tanda
Dia maengatakan dengan melihat potensi yang besar dari pasar domestik dan internasional dengan total 66 juta pengusaha di Indonesia kepatuhan pelaku UMKM untuk menjalankan proses produksi yang tertib halal. "Tentu ini akan meningkatkan daya saing produksi dalam negeri di kancah ekonomi global," kata dia.
Haikal juga menyampaikan harapannya terkait industri halal di Indonesia. Menurut dia jika seluruh perusahaan di Indonesia mau memfasilitasi dan membantu pembiayaan registrasi sertifikat halal, pihaknya optimistis industri halal dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sesuai dengan yang dicanangkan presiden.
"Penguatan ekosistem industri halal, juga dipastikan akan mewujudkan pemerataan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, serta memperkuat posisi strategis Indonesia dalam perekonomian global," imbuhnya.
Sementara, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan AQUA secara konsisten menghadirkan produk yang tidak hanya memperhatikan aspek kualitas dan keamanan produk tetapi juga aspek kehalalan. Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, AQUA menjadikan kehalalan sebagai nilai utama yang melekat dalam setiap tahapan proses kami.
"Kami terus berupaya menjaga transparansi, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi halal untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," ungkap Vera.
Sejalan dengan hal tersebut, AQUA memahami bahwa berwirausaha merupakan mata pencaharian yang dianjurkan dalam Islam. Untuk mendorong pertumbuhan umat, AQUA telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.
Sebagai mitra strategis pemerintah khususnya dalam upaya pengembangan sumber daya manusia, AQUA telah secara konsisten melakukan pendampingan para pelaku UMKM melalui program Damping. Damping merupakan program pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat secara nasional yang dirancang melalui program-program khusus untuk para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kampus Bisnis Umar Usman sejak 2020. Hingga saat ini, program Damping UMKM telah menjangkau lebih dari 8.988 orang serta 3.357 UMKM di seluruh Indonesia.
Selain menginisiasi program Damping, AQUA berkolaborasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk melakukan pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah kolaborasi dilakukan oleh AQUA dalam upaya pendampingan pelaku usaha UMKM, di antaranya melalui kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk pendampingan dalam proses sertifikasi halal. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai 100% halal bagi UMKM pada tahun 2024.
Lebih lanjut, perusahaan yang telah hadir dan menemani perjalanan masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun, AQUA berkomitmen untuk senantiasa mengalirkan kebaikan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia. Dalam upaya tersebut, AQUA berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas Muslim di Indonesia.
Baca Juga: Profil Pendidikan Haikal Hassan, Kepala BPJPH yang Wajibkan Sertifikasi Halal
Pada 2024, AQUA bekerja sama dengan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor meluncurkan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP) yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta menjangkau 26.000 santri. Tidak berhenti sampai di situ, AQUA juga menggandeng Lembaga Pemeriksa Halal-Kajian Halal dan Thoyyib (LPH-KHT) Muhammadiyah dalam pelaksanaan sertifikasi halal untuk UMKM.
"Melalui berbagai inisiatif pengembangan sumber daya manusia yang telah dijalankan bersama berbagai mitra dan komunitas di Indonesia, AQUA berharap untuk dapat memperkuat komitmen kami dalam memperluas jangkauan kebaikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat di Indonesia," tutup Vera.
"Saya melihat bahwa AQUA bukan sekedar halal tetapi juga thayyib, karena telah konsisten mengalirkan kebaikan bersama Indonesia. Merek dengan logo halal tentunya baik untuk untuk dikonsumsi dan masyarakat tidak perlu ragu. Kami juga mengapresiasi usaha yang telah dilakukan AQUA dalam pendampingan UMKM binaanNYA untuk mendapatkan sertifikat halal," ujar Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam pernyataannya, Jumat (24/1/2025).
Baca Juga: One on One Bersama Kepala BPJPH Haikal Hassan: Silakan Jual Produk Nonhalal asalkan Kasih Tanda
Dia maengatakan dengan melihat potensi yang besar dari pasar domestik dan internasional dengan total 66 juta pengusaha di Indonesia kepatuhan pelaku UMKM untuk menjalankan proses produksi yang tertib halal. "Tentu ini akan meningkatkan daya saing produksi dalam negeri di kancah ekonomi global," kata dia.
Haikal juga menyampaikan harapannya terkait industri halal di Indonesia. Menurut dia jika seluruh perusahaan di Indonesia mau memfasilitasi dan membantu pembiayaan registrasi sertifikat halal, pihaknya optimistis industri halal dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sesuai dengan yang dicanangkan presiden.
"Penguatan ekosistem industri halal, juga dipastikan akan mewujudkan pemerataan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, serta memperkuat posisi strategis Indonesia dalam perekonomian global," imbuhnya.
Sementara, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan AQUA secara konsisten menghadirkan produk yang tidak hanya memperhatikan aspek kualitas dan keamanan produk tetapi juga aspek kehalalan. Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, AQUA menjadikan kehalalan sebagai nilai utama yang melekat dalam setiap tahapan proses kami.
"Kami terus berupaya menjaga transparansi, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi halal untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," ungkap Vera.
Sejalan dengan hal tersebut, AQUA memahami bahwa berwirausaha merupakan mata pencaharian yang dianjurkan dalam Islam. Untuk mendorong pertumbuhan umat, AQUA telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.
Sebagai mitra strategis pemerintah khususnya dalam upaya pengembangan sumber daya manusia, AQUA telah secara konsisten melakukan pendampingan para pelaku UMKM melalui program Damping. Damping merupakan program pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat secara nasional yang dirancang melalui program-program khusus untuk para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kampus Bisnis Umar Usman sejak 2020. Hingga saat ini, program Damping UMKM telah menjangkau lebih dari 8.988 orang serta 3.357 UMKM di seluruh Indonesia.
Selain menginisiasi program Damping, AQUA berkolaborasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk melakukan pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah kolaborasi dilakukan oleh AQUA dalam upaya pendampingan pelaku usaha UMKM, di antaranya melalui kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk pendampingan dalam proses sertifikasi halal. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai 100% halal bagi UMKM pada tahun 2024.
Lebih lanjut, perusahaan yang telah hadir dan menemani perjalanan masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun, AQUA berkomitmen untuk senantiasa mengalirkan kebaikan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia. Dalam upaya tersebut, AQUA berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas Muslim di Indonesia.
Baca Juga: Profil Pendidikan Haikal Hassan, Kepala BPJPH yang Wajibkan Sertifikasi Halal
Pada 2024, AQUA bekerja sama dengan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor meluncurkan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP) yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta menjangkau 26.000 santri. Tidak berhenti sampai di situ, AQUA juga menggandeng Lembaga Pemeriksa Halal-Kajian Halal dan Thoyyib (LPH-KHT) Muhammadiyah dalam pelaksanaan sertifikasi halal untuk UMKM.
"Melalui berbagai inisiatif pengembangan sumber daya manusia yang telah dijalankan bersama berbagai mitra dan komunitas di Indonesia, AQUA berharap untuk dapat memperkuat komitmen kami dalam memperluas jangkauan kebaikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat di Indonesia," tutup Vera.
(nng)
Lihat Juga :