Sudah Ada PEI, Pelaku Pasar Modal Tak Perlu Cemas Kekurangan Duit

Rabu, 02 September 2020 - 17:53 WIB
loading...
Sudah Ada PEI, Pelaku...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dalam mendukung peningkatan transaksi di pasar modal Indonesia, serta menyediakan fasilitas pendanaan bagi sektor pasar modal, self-regulatory organization (SRO) pasar modal mendirikan PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI). Pembentukan PEI ini dilakukan sejak 27 Desember 2016 dengan penyertaan modal senilai Rp250 miliar.

Direktur Utama PEI Armand Eugene Richir mengatakan, pendirian PEI juga didukung dengan terbitnya POJK No.25/POJK.04/2018 tentang Lembaga Pendanaan Efek pada tanggal 5 Desember 2018. Peraturan itu, menjadi kerangka dasar PEI sebagai lembaga pertama dan satu-satunya di Indonesia.( Baca juga:Komisi IX Gelar Rapat Tertutup dengan Menaker, Ehmm? )

"PEI bertugas untuk menyediakan fasilitas pendanaan dana dan efek bagi seluruh pelaku industri pasar modal, yang juga telah mendapatkan izin usaha dari OJK pada tanggal 5 April 2019," ujar Armand dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (2/9/2020).

Armand menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi fungsi PEI, antara lain sebagai pembiayaan transaksi efek. Pasalnya, sampai saat ini ada keterbatasan pendanaan yang dapat diperoleh oleh perusahaan efek baik dari sektor perbankan maupun sektor lainnya.

Selain itu, dia menyebut saat ini belum ada satu lembaga khusus untuk memfasilitasi pendanaan transaksi efek di pasar modal Indonesia. Dengan tersedianya lembaga pendanaan efek dalam pasar modal di beberapa negara di dunia terbukti dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar modal.

"Tentunya dengan adanya target peningkatan transaksi harian oleh BEI kehadiran PEI ini terbukti dapat berpotensi meningkatkan pembiayaan perusahaan tersebut," kata dia.

Dengan perkembangan PEI yang positif di tengah kondisi ekonomi saat ini ternyata tidak menyurutkan peluang kerja sama dengan mitra asing untuk berpartisipasi aktif dalam perkembangan industri pasar modal Indonesia.

"Setelah peningkatan modal disetor menjadi Rp500 miliar oleh pemegang saham pada Desember 2019 yang lalu, pada momen Hari Ulang Tahun ke-43 Pasar Modal Indonesia di bulan Agustus, OJK melalui SRO selaku pemegang saham PEI, telah menyetujui rencana investasi Japan Securities Finance Co., Ltd (JSF) sebagai pemegang saham PEI dengan nilai investasi sebesar Rp55,55 miliar atau sebesar 10% dari total modal disetor perusahaan," ucapnya.

Terhitung sejak PEI beroperasional secara penuh pada Oktober 2019, PEI telah menandatangani perjanjian penyediaan fasilitas pendanaan transaksi marjin kepada 14 anggota bursa (AB). Di antaranya adalah dengan MNC Sekuritas, Valbury Sekuritas, Lotus Andalan Sekuritas, dan Danareksa Sekuritas. ( Baca juga:UU Mahkamah Konstitusi Hanya Akan Lahirkan Demokrasi Semu )

Total pendanaan yang telah disalurkan mencapai Rp350 miliar per akhir Juli 2020. Untuk mendukung peningkatan kualitas kredit di pasar modal, PEI juga telah menjadi anggota Pefindo Biro Kredit (PBK), dan terus berkontribusi aktif dalam menjaga kualitas pendanaan di sektor pasar modal.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved