AS Tak Membutuhkan Energi atau Mobil Kanada, Pertanda Perang Dagang Baru?

Rabu, 29 Januari 2025 - 10:34 WIB
loading...
AS Tak Membutuhkan Energi...
Presiden Donald Trump mengatakan, AS tidak membutuhkan energi, kendaraan atau kayu Kanada. Mungkinkah menjadi pertanda perang dagang terbaru?. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan, AS (Amerika Serikat) tidak membutuhkan energi, kendaraan atau kayu Kanada saat ia berbicara dengan para pemimpin bisnis global di Forum Ekonomi Dunia. Trump juga menegaskan kembali ancaman tarif ke Kanada.

Ia juga mengatakan, hal ini dapat dihindari jika Kanada memilih untuk menjadi negara bagian AS. "Anda selalu bisa menjadi negara bagian, dan jika Anda negara bagian, kami tidak akan mengalami defisit. Kami tidak perlu mengenakan tarif kepada Anda," katanya sambil terengah-engah di aula di Davos.

Baca Juga: Trump Ancam Kenakan Tarif 25% untuk Meksiko dan Kanada

Seperti diketahui Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif hingga 25% pada impor Kanada, dengan kemungkinan berlaku pada 1 Februari. Ancaman tarif baru memicu kegelisahan, mengingat Kanada sangat bergantung pada perdagangan.

Tetapi dipertimbangkan juga bakal ada tindakan balasan yang signifikan, termasuk respons "dolar untuk dolar" jika pemerintahan Trump menindaklanjutinya.

Sekitar 75% ekspor Kanada menuju ke selatan. Sebaliknya Kanada hanya menyumbang 17% dari ekspor AS, meskipun merupakan mitra dagang AS terbesar kedua, di belakang Meksiko.

Trump mengatakan, Kanada "sangat sulit untuk dihadapi selama bertahun-tahun".

"Kami tidak membutuhkan mereka untuk membuat mobil kami, kami membuat banyak dari mereka, kami tidak membutuhkan kayu mereka karena kami memiliki hutan kami sendiri... kami tidak membutuhkan minyak dan gas mereka, kami memiliki lebih dari siapa pun," katanya kepada peserta forum melalui tautan video dari Washington DC.

Trump menegaskan kembali pernyataan bahwa AS memiliki defisit perdagangan dengan Kanada antara USD200 miliar dan USD250 miliar. Meski begitu tidak diketahui secara jelas darimana angka-angka tersebut berasal.

Defisit perdagangan dengan Kanada - diperkirakan akan mencapai USD45 miliar pada tahun 2024 - sebagian besar didorong oleh permintaan energi AS.

Industri otomotif Amerika Utara juga memiliki rantai pasokan yang sangat terintegrasi. Suku cadang mobil dapat melintasi perbatasan antara AS dan Meksiko dan Kanada beberapa kali sebelum kendaraan akhirnya dirakit.

Trump juga mengikat tarif dengan keamanan perbatasan, dengan mengatakan semua itu akan diberlakukan kecuali Kanada meningkatkan keamanan di perbatasan bersama.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau berulang kali mengatakan, bahwa semuanya sedang dibahas sebagai tanggapan jika tarif dikenakan. Respons yang sedang dipertimbangkan Kanada, termasuk pajak atau embargo ekspor energi ke AS, meskipun beberapa pemimpin provinsi Kanada tidak setuju dengan tanggapan itu.

Trudeau mengutarakan bahwa tujuan Kanada adalah untuk menghindari tarif AS sama sekali, tetapi akan meningkatkan respons "secara bertahap" untuk mencari penghapusan pungutan cepat jika dikenakan.

Kanada juga menawarkan dirinya sebagai mitra dagang yang dapat diandalkan dan sumber yang aman bagi AS untuk energi dan mineral kritis dalam upaya untuk menghindari tarif.

Sementara itu para ekonom menyarankan AS bergantung pada produk Kanada untuk keamanan energi. Pada tahun 2024, ekspor energi Kanada mencapai hampir USD170 miliar, menurut analisis belum lama ini oleh ekonom TD Bank.

Baca Juga: Diancam Tarif 25% oleh Trump, Presiden Meksiko Janji Bakal Membalas

Trump juga menerangkan, bahwa sektor bisnis harus membuat produk mereka di AS jika mereka ingin menghindari tarif. Diketahui Tarif menjadi bagian sentral dari visi ekonomi Trump - dia melihatnya sebagai cara untuk menumbuhkan ekonomi AS, melindungi lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pajak.

Presiden baru telah memerintahkan pejabat federal untuk meninjau hubungan perdagangan AS untuk setiap praktik yang tidak adil pada 1 April.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved