Jerman Disebut Genjot Impor LNG Rusia melalui Pelabuhan Uni Eropa
Rabu, 29 Januari 2025 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
"Jerman telah melarang impor LNG Rusia melalui pelabuhannya, tetapi impor yang secara resmi bersumber dari Prancis dan Belgia sebenarnya termasuk LNG Rusia, yang secara efektif menutupi gas," klaim Angelos Koutsis, petugas kebijakan energi di think tank Belgia Bond Beter Leefmilieu, yang ikut menulis laporan tersebut.
"Hasilnya adalah bahwa semua negara yang terlibat dapat mengklaim bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas meningkatnya permintaan LNG Rusia," katanya seperti dilansir RT.
Menteri energi dari Belgia, Prancis, dan Spanyol – negara-negara yang pelabuhannya menerima pengiriman LNG Rusia – berpendapat bahwa sebagian besar gas tidak dikonsumsi di dalam negeri, tetapi disalurkan ke negara-negara Uni Eropa lainnya, menurut Financial Times.
Kurangnya transparansi dalam pasar gas internal Uni Eropa telah menyebabkan "tudingan di antara negara-negara anggota," kata laporan itu. Dalam analisis itu juga mencatat kesulitan melacak volume yang tepat dari LNG Rusia dalam sistem.
Laporan tersebut mengklaim bahwa impor LNG Rusia secara keseluruhan oleh Uni Eropa mencapai tingkat rekor pada tahun 2024, melonjak lebih dari 19% secara tahunan.
Seperti diketahui Jerman mendapat manfaat dari energi Rusia yang murah selama lebih dari dua dekade. Sebelum eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, ekonomi utama Uni Eropa itu mengandalkan Rusia untuk 40% impor gasnya dan termasuk negara yang paling terpukul di blok tersebut karena adanya pengurangan pasokan.
"Hasilnya adalah bahwa semua negara yang terlibat dapat mengklaim bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas meningkatnya permintaan LNG Rusia," katanya seperti dilansir RT.
Menteri energi dari Belgia, Prancis, dan Spanyol – negara-negara yang pelabuhannya menerima pengiriman LNG Rusia – berpendapat bahwa sebagian besar gas tidak dikonsumsi di dalam negeri, tetapi disalurkan ke negara-negara Uni Eropa lainnya, menurut Financial Times.
Kurangnya transparansi dalam pasar gas internal Uni Eropa telah menyebabkan "tudingan di antara negara-negara anggota," kata laporan itu. Dalam analisis itu juga mencatat kesulitan melacak volume yang tepat dari LNG Rusia dalam sistem.
Laporan tersebut mengklaim bahwa impor LNG Rusia secara keseluruhan oleh Uni Eropa mencapai tingkat rekor pada tahun 2024, melonjak lebih dari 19% secara tahunan.
Seperti diketahui Jerman mendapat manfaat dari energi Rusia yang murah selama lebih dari dua dekade. Sebelum eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, ekonomi utama Uni Eropa itu mengandalkan Rusia untuk 40% impor gasnya dan termasuk negara yang paling terpukul di blok tersebut karena adanya pengurangan pasokan.
Lihat Juga :