Investasi Migas AS Lesu, Nilai Transaksi Anjlok Rp156 Triliun
Kamis, 30 Januari 2025 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
Kurangnya peluang untuk tumbuh pada akhirnya dapat mendorong operator-operator yang lebih kecil untuk menjual dan mengkonsolidasikan industri ini. "Peluang akuisisi yang tersisa sebagian besar lebih kecil, lebih tinggi dari kurva biaya, atau keduanya," kata Dittmar.
Baca Juga: Indonesia Beli Rudal BrahMos India Senilai Rp7,3 Triliun
Pembelian Coterra Energy atas Avant Natural Resources dan Franklin Mountain Energy di Delaware Basin dengan nilai total USD3,95 miliar merupakan kesepakatan terbesar pada kuartal IV-2024. Sementara, pembelian aset Uinta milik Ovintiv di Utah oleh FourPoint Energy senilai USD2 miliar merupakan salah satu akuisisi swasta terbesar baru-baru ini.
Nilai M&A yang berfokus pada gas meningkat empat kali lipat pada 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, naik di atas USD20 miliar untuk pertama kalinya sejak 2016, menurut Enverus. "Kami akan melihat lebih banyak fokus pada gas yang akan muncul relatif cepat mengingat kegembiraan seputar gas alam cair, pembangunan pusat data, dan permintaan listrik," kata Dittmar.
Baca Juga: Indonesia Beli Rudal BrahMos India Senilai Rp7,3 Triliun
Pembelian Coterra Energy atas Avant Natural Resources dan Franklin Mountain Energy di Delaware Basin dengan nilai total USD3,95 miliar merupakan kesepakatan terbesar pada kuartal IV-2024. Sementara, pembelian aset Uinta milik Ovintiv di Utah oleh FourPoint Energy senilai USD2 miliar merupakan salah satu akuisisi swasta terbesar baru-baru ini.
Nilai M&A yang berfokus pada gas meningkat empat kali lipat pada 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, naik di atas USD20 miliar untuk pertama kalinya sejak 2016, menurut Enverus. "Kami akan melihat lebih banyak fokus pada gas yang akan muncul relatif cepat mengingat kegembiraan seputar gas alam cair, pembangunan pusat data, dan permintaan listrik," kata Dittmar.
(nng)
Lihat Juga :