Kini Nasabah CIMB Niaga Bisa Investasi Sukuk Ritel 013 dari Ponsel
Rabu, 02 September 2020 - 22:23 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berinvestasi dalam bentuk aset finansial pendapatan tetap seperti surat berharga negara ritel, kini semakin mudah dilakukan seiring tersedianya beragam produk dan fasilitas pembelian secara daring. Salah satu instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan masyarakat saat ini adalah Sukuk Ritel seri SR013 yang diterbitkan pemerintah untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) .
Instrumen investasi berbasis syariah tersebut menawarkan imbal hasil menarik di atas suku bunga/ujrah deposito sebesar 6,05% per tahun dengan tenor selama tiga tahun. SR013 dapat dibeli di pasar perdana dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar selama masa pemasaran mulai 28 Agustus hingga 23 September 2020. ( Baca juga:Loyalis Ingin Amien Rais Langsung Pimpin PAN Reformasi )
Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lani Darmawan mengatakan, CIMB Niaga sebagai salah satu mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah, mengoptimalkan kanal pembelian SR013 secara daring, di antaranya melalui mobile banking OCTO Mobile.
"Melalui aplikasi yang kami rancang layaknya super app ini, nasabah dapat memenuhi beragam kebutuhan finansialnya, termasuk untuk membeli investasi pada SR013. Selain memperoleh keuntungan, investasi ini juga merupakan wujud kontribusi CIMB Niaga untuk mendukung pembangunan nasional,” kata Lani di Jakarta, Rabu (2/9/2020). ( Baca juga:Pertamina Rokan Diminta Jangan Tinggalkan Pengusaha Lokal )
Untuk membeli SR013 melalui OCTO Mobile, nasabah dapat mengikuti langkah mudah berikut. Pertama, memilih menu daftar dan investasi. Kedua, masuk ke menu Obligasi dilanjutkan dengan registrasi SBN Ritel. Ketiga, setelah registrasi berhasil, nasabah dapat mengisi form pemesanan SBN Ritel dengan memilih SR013, nominal pembelian, membaca memorandum informasi, serta memberikan persetujuan.
Keempat, konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN OCTO Mobile. Pemesanan SR pun berhasil dilakukan. Selain OCTO Mobile, nasabah juga dapat membeli SR013 melalui situs https://sbn.cimbniaga.co.id/.
Selain SR013, nasabah juga dapat menggunakan OCTO Mobile untuk membeli instrumen investasi lainnya seperti obligasi pemerintah dan reksa dana sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Instrumen investasi berbasis syariah tersebut menawarkan imbal hasil menarik di atas suku bunga/ujrah deposito sebesar 6,05% per tahun dengan tenor selama tiga tahun. SR013 dapat dibeli di pasar perdana dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar selama masa pemasaran mulai 28 Agustus hingga 23 September 2020. ( Baca juga:Loyalis Ingin Amien Rais Langsung Pimpin PAN Reformasi )
Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lani Darmawan mengatakan, CIMB Niaga sebagai salah satu mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah, mengoptimalkan kanal pembelian SR013 secara daring, di antaranya melalui mobile banking OCTO Mobile.
"Melalui aplikasi yang kami rancang layaknya super app ini, nasabah dapat memenuhi beragam kebutuhan finansialnya, termasuk untuk membeli investasi pada SR013. Selain memperoleh keuntungan, investasi ini juga merupakan wujud kontribusi CIMB Niaga untuk mendukung pembangunan nasional,” kata Lani di Jakarta, Rabu (2/9/2020). ( Baca juga:Pertamina Rokan Diminta Jangan Tinggalkan Pengusaha Lokal )
Untuk membeli SR013 melalui OCTO Mobile, nasabah dapat mengikuti langkah mudah berikut. Pertama, memilih menu daftar dan investasi. Kedua, masuk ke menu Obligasi dilanjutkan dengan registrasi SBN Ritel. Ketiga, setelah registrasi berhasil, nasabah dapat mengisi form pemesanan SBN Ritel dengan memilih SR013, nominal pembelian, membaca memorandum informasi, serta memberikan persetujuan.
Keempat, konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN OCTO Mobile. Pemesanan SR pun berhasil dilakukan. Selain OCTO Mobile, nasabah juga dapat membeli SR013 melalui situs https://sbn.cimbniaga.co.id/.
Selain SR013, nasabah juga dapat menggunakan OCTO Mobile untuk membeli instrumen investasi lainnya seperti obligasi pemerintah dan reksa dana sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Lihat Juga :