8 Sentimen Bayangi Pergerakan IHSG Pekan Ini, Berikut Proyeksi Analis
Senin, 03 Februari 2025 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
“Peningkatan FDI menunjukkan keberhasilan kebijakan hilirisasi, khususnya dalam mendukung rantai pasok kendaraan listrik dan pemrosesan mineral.”
- Core PCE.
Core PCE yang tidak mencakup harga makanan dan energi yang volatil naik 0,2% MoM pada Desember 2024 sesuai ekspektasi pasar dan sedikit lebih tinggi dari 0,1% pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, Core PCE tetap di 2,8% untuk bulan kedua berturut-turut, masih di atas target 2% yang ditetapkan oleh The Fed.
Dengan besaran data inflasi tahunan saat ini yang mendekati batas bawah di 1,5%, pasar akan lebih berekspektasi inflasi bisa sesuai dengan ekspektasi atau lebih tinggi yang menggambarkan bangkitnya daya beli.
Dengan proyeksi PMI Januari 2025 di angka 49,5, sektor manufaktur AS diperkirakan masih mengalami kontraksi. Data ini penting untuk memantau kesehatan sektor manufaktur dan dapat memengaruhi kebijakan moneter serta keputusan investasi di pasar global.
Sebelum pertemuan, Menteri Energi Arab Saudi, Irak, dan Libya bertemu di Riyadh untuk membahas upaya menstabilkan pasar energi global. Pertemuan ini menunjukkan komitmen OPEC+ dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan minyak. Meskipun ada tekanan dari Presiden AS, Donald Trump, yang mendorong OPEC untuk menurunkan harga minyak guna membantu mengakhiri konflik di Ukraina, OPEC+ belum memberikan respons resmi terhadap permintaannya.
Data terakhir menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia cukup untuk menutupi kebutuhan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan.
Sedangkan dari sisi tingkat pengangguran AS diproyeksikan akan tetap berada di angka 4,1%. Tingkat pengangguran menunjukkan persentase angkatan kerja yang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Data ini menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja.
Jika inflasi di China meningkat, hal ini bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat China, yang pada gilirannya dapat memengaruhi permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia, seperti komoditas dan produk manufaktur. Sebaliknya, deflasi atau rendahnya inflasi di China bisa menurunkan permintaan tersebut.
Berkaca pada sentimen positif di atas, PT Indo Premier Sekuritas memberikan akses transparan dan likuiditas yang lebih tinggi bagi investor merekomendasikan:
1. Buy AADI (Entry 9450, Target 10450, Stop Loss <9100).
Harga Newcastle coal futures yang stabil di kisaran $115 per ton menjadi sentimen positif bagi emiten batu bara, termasuk PT Adaro Andalan Indonesia. Stabilitas harga ini mengindikasikan permintaan yang masih solid di tengah tingginya pasokan global, memberikan kepastian bagi produsen batu bara dalam menjaga profitabilitas.
- Core PCE.
Core PCE yang tidak mencakup harga makanan dan energi yang volatil naik 0,2% MoM pada Desember 2024 sesuai ekspektasi pasar dan sedikit lebih tinggi dari 0,1% pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, Core PCE tetap di 2,8% untuk bulan kedua berturut-turut, masih di atas target 2% yang ditetapkan oleh The Fed.
8 Sentimen dan rekomendasi pekan initentang potensi market pada 3-7 Februari 2025yang wajib diperhatikan para trader.
1. Sentimen Indonesia Inflation Rate
Di pekan ini BPS akan merilis data inflasi. Inflasi tahunan Indonesia pada Januari 2025 diperkirakan meningkat menjadi 1,88% dari 1,57% pada Desember 2024. Perlu diketahui bahwa Bank Indonesia (BI) telah menetapkan sasaran inflasi untuk tahun 2025 dalam kisaran 2,5% ± 1%, yaitu antara 1,5% hingga 3,5%.Dengan besaran data inflasi tahunan saat ini yang mendekati batas bawah di 1,5%, pasar akan lebih berekspektasi inflasi bisa sesuai dengan ekspektasi atau lebih tinggi yang menggambarkan bangkitnya daya beli.
2. Sentimen Indonesia Tourist Arrivals
Pekan ini, data kunjungan wisatawan mancanegara (Foreign Tourist Arrivals) ke Indonesia akan dirilis, yang menjadi indikator penting bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi nasional. Jumlah wisatawan asing sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor, terutama perhotelan, transportasi, kuliner, dan ritel, yang bergantung pada belanja turis.3. Sentimen ISM Manufacturing PMI
Pada 3 Februari 2025, Institute for Supply Management (ISM) akan merilis data ISM Manufacturing PMI untuk bulan Januari 2025 pada pukul 22:00 WIB. Konsensus pasar memperkirakan angka PMI akan berada di 49,5, sedikit lebih tinggi dari 49,3 pada bulan Desember 2024.Dengan proyeksi PMI Januari 2025 di angka 49,5, sektor manufaktur AS diperkirakan masih mengalami kontraksi. Data ini penting untuk memantau kesehatan sektor manufaktur dan dapat memengaruhi kebijakan moneter serta keputusan investasi di pasar global.
4. Sentimen OPEC+ Meeting
Pada 3 Februari 2025, OPEC+ dijadwalkan mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan produksi minyak mereka. OPEC dan sekutunya seperti Rusia dan Kazakhstan, telah membatasi produksi minyak mereka sebesar 5,86 juta barel per hari sejak 2022 untuk mendukung stabilitas pasar minyak global.Sebelum pertemuan, Menteri Energi Arab Saudi, Irak, dan Libya bertemu di Riyadh untuk membahas upaya menstabilkan pasar energi global. Pertemuan ini menunjukkan komitmen OPEC+ dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan minyak. Meskipun ada tekanan dari Presiden AS, Donald Trump, yang mendorong OPEC untuk menurunkan harga minyak guna membantu mengakhiri konflik di Ukraina, OPEC+ belum memberikan respons resmi terhadap permintaannya.
5. Sentimen Indonesia GDP
Pada pekan ini Indonesia dijadwalkan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal IV tahun 2024. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut mencapai 5,01% secara tahunan (year-on-year). Sedangkan Bank Indonesia memperkirakan ekonomi RI 2024 tumbuh di kisaran 4,7%-5,5%, dengan nilai tengah di angka 5,1%. Konsensus mempunyai perkiraan lebih konservatif di angka 4.96%.6. Sentimen Cadangan Devisa
Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data cadangan devisa Indonesia untuk bulan Januari 2025. Berdasarkan kalender ekonomi yang tersedia, data tersebut diperkirakan akan diumumkan pada tanggal 7 Februari 2025. Secara umum, cadangan devisa yang memadai adalah indikator penting dari ketahanan ekonomi suatu negara dalam menghadapi tantangan eksternal dan memastikan kestabilan ekonomi jangka panjang.Data terakhir menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia cukup untuk menutupi kebutuhan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan.
7. Sentimen NPF dan Tingkat Pengangguran AS Januari 2025
Data Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) untuk bulan Januari 2025 dijadwalkan akan dirilis pada 7 Februari 2025. Merujuk pada konsensus, NPF diproyeksikan akan melandai ke 170 ribu dari Desember di angka 256rb. NFP mengukur jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua sektor non-pertanian dan menjadi indikator penting bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.Sedangkan dari sisi tingkat pengangguran AS diproyeksikan akan tetap berada di angka 4,1%. Tingkat pengangguran menunjukkan persentase angkatan kerja yang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Data ini menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja.
8. Sentimen China Inflation Rate
Data Indeks Harga Konsumen (IHK) China untuk bulan Januari 2025 dijadwalkan akan dirilis pada 9 Februari 2025, pukul 01:30 GMT (atau 08:30 WIB). Data inflasi China sangat penting untuk Indonesia karena China adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.Jika inflasi di China meningkat, hal ini bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat China, yang pada gilirannya dapat memengaruhi permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia, seperti komoditas dan produk manufaktur. Sebaliknya, deflasi atau rendahnya inflasi di China bisa menurunkan permintaan tersebut.
Berkaca pada sentimen positif di atas, PT Indo Premier Sekuritas memberikan akses transparan dan likuiditas yang lebih tinggi bagi investor merekomendasikan:
1. Buy AADI (Entry 9450, Target 10450, Stop Loss <9100).
Harga Newcastle coal futures yang stabil di kisaran $115 per ton menjadi sentimen positif bagi emiten batu bara, termasuk PT Adaro Andalan Indonesia. Stabilitas harga ini mengindikasikan permintaan yang masih solid di tengah tingginya pasokan global, memberikan kepastian bagi produsen batu bara dalam menjaga profitabilitas.
Lihat Juga :