Trump Incar Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Sebagai Ganti Dukungan AS

Selasa, 04 Februari 2025 - 07:32 WIB
loading...
Trump Incar Harta Karun...
Ukraina harus memasok Washington dengan mineral tanah jarang jika ingin terus menerima bantuan Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Rusia. Foto/Dok Shutter
A A A
JAKARTA - Ukraina harus memasok Washington dengan mineral logam tanah jarang jika ingin terus menerima bantuan Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Rusia. Hal ini disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump seperti dilansir RT.

Ia menambahkan, Ukraina perlu menandatangani perjanjian baru dengan AS terkait harta karun Rare Earth yang disebutnya sebagai 'jaminan' buat Washington. Baca Juga: Keruk Harta Karun Super Langka, Amerika Bersumpah Siap Bersaing dengan China

Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia 2024, Ukraina memiliki potensi besar sebagai pemasok global utama bahan baku penting (tanah jarang) yang bisa menjadi 'penting' untuk industri pertahanan, teknologi tinggi, dan energi hijau.

Kiev terpantau memiliki cadangan titanium terbesar di Eropa, atau setara 7% dari cadangan global. Sebelum eskalasi konflik dengan Moskow pada tahun 2022, Ukraina merupakan pemasok titanium utama untuk industri militer.

Mineral penting lain yang terkandung di dalam bumi Ukraina yakni logam tanah jarang yang dapat ditemukan di negara yang sedang berkonflik dengan Moskow itu. Daftar sumber daya yang dimiliki Ukraina termasuk di antaranya, berilium, mangan, galium, uranium, zirkonium, grafit, apatit, fluorit, dan nikel.

Bahkan Ukraina dikonfirmasi juga memiliki cadangan lithium terbesar di Eropa, jumlahnya diperkirakan mencapai 500.000 ton. Mineral ini sangat penting untuk digunakan dalam pembuatan baterai dan akumulator.

"Ukraina memiliki tanah jarang yang sangat berharga," kata Trump kepada wartawan pada hari Senin, waktu setempat.

Menurut presiden, AS "menyerahkan uang kepada mereka (Ukraina) dengan tangan di kepalan tangan" dan menginginkan beberapa 'jaminan'. "Kami ingin melakukan kesepakatan dengan Ukraina di mana mereka akan mengamankan apa yang kami berikan kepada mereka dengan tanah jarang dan hal-hal lainnya," tambahnya.

Pekan lalu, Trump menghentikan semua program bantuan yang dijalankan oleh USAID, sebuah badan yang mendistribusikan miliaran dolar setiap tahun untuk proyek-proyek yang mempromosikan kepentingan AS di seluruh dunia di bawah premis pembangunan kemanusiaan. Badan tersebut mengawasi berbagai skema bantuan di Ukraina.

Sebagai respons atas keinginan Trump, anggota parlemen Ukraina mengimbau Uni Eropa untuk mengganti bantuan Amerika yang hilang. Ia menyebut bantuan asing menjadi "bagian penting dari jalan kita menuju pembangunan dan keberlanjutan demokrasi."

Mereka juga menyatakan bahwa penerima hibah Amerika telah terpukul "lebih buruk dari yang terlihat."

Vladimir Zelensky mengatakan kepada AP dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu, bahwa Kiev telah menerima lebih dari USD75 miliar dalam bentuk bantuan militer dan jenis bantuan lainnya dari Washington.

Dia mengomentari pernyataan sebelumnya oleh Trump bahwa AS telah memberi Kiev "USD200 miliar (bantuan) lebih banyak daripada Uni Eropa." Zelensky mengklaim dia tidak tahu dari mana perkiraan itu berasal atau ke mana uang itu pergi.

Sejak 2022, Kongres AS telah mengesahkan bantuan sekitar USD175 miliar untuk Ukraina, tetapi sebagian besar dari pendanaan itu diberikan kepada industri Amerika dan berbagai kegiatan pemerintah AS yang terkait dengan konflik tersebut.

Baca Juga: 10 Negara Ini Punya Harta Karun Super Langka, Amerika dan China Bersaing Keruk Rare Earth

Menurut Institut Ekonomi Dunia Kiel Jerman, pada Oktober 2024, AS memberikan bantuan keuangan dan militer sekitar USD92 miliar kepada Ukraina. Sedangkan negara-negara Uni Eropa dan Inggris telah mengalokasikan USD131 miliar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Rekomendasi
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved