Green Operation, BSI Pakai 139 Kendaraan Listrik dan Luncurkan Digital Carbon Tracking
Selasa, 04 Februari 2025 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Digital Carbon Tracking merupakan platform untuk mengukur, mengelola, dan melaporkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari kegiatan operasional BSI di kantor pusat dan 1.130 outlet di seluruh Indonesia. BSI menjadi bank syariah pertama yang memiliki platform ini.
"Digital Carbon Tracking BSI saat ini memantau dua cakupan emisi, yakni konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan pemakaian listrik dari kegiatan operasional," kata Hery dalam keterangannya dikutip, Selasa (4/2/2025).
Dengan adanya platform ini, BSI dapat merekam data baseline emisi karbon yang dihasilkan dalam operasional perusahaan, sehingga dapat memudahkan dalam penyusunan peta jalan (roadmap) menuju pencapaian Net Zero Emission Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon, BSI juga telah mendistribusikan 139 kendaraan listrik ke 10 region di seluruh Indonesia, termasuk kantor pusat. Langkah ini merupakan bagian dari penerapan Green Business Culture, di mana seluruh Insan BSI diharapkan dapat menjalankan aktivitas berbasis prinsip ramah lingkungan.
Hery menjelaskan, bahwa dalam menerapkan prinsip ESG, BSI berpegang pada tiga pilar utama. Pertama, Sustainable Banking yang meliputi peningkatan tata kelola, pengembangan produk keuangan, dan peningkatan penyaluran pembiayaan berkelanjutan.
Kedua, Sustainable Operation yang berfokus pada pencapaian target NZE, transformasi digital, dan perlindungan data pribadi. Ketiga, Sustainable Beyond Banking yang bertujuan memperluas akses layanan keuangan serta optimalisasi distribusi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Digital Carbon Tracking BSI saat ini memantau dua cakupan emisi, yakni konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan pemakaian listrik dari kegiatan operasional," kata Hery dalam keterangannya dikutip, Selasa (4/2/2025).
Dengan adanya platform ini, BSI dapat merekam data baseline emisi karbon yang dihasilkan dalam operasional perusahaan, sehingga dapat memudahkan dalam penyusunan peta jalan (roadmap) menuju pencapaian Net Zero Emission Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon, BSI juga telah mendistribusikan 139 kendaraan listrik ke 10 region di seluruh Indonesia, termasuk kantor pusat. Langkah ini merupakan bagian dari penerapan Green Business Culture, di mana seluruh Insan BSI diharapkan dapat menjalankan aktivitas berbasis prinsip ramah lingkungan.
Hery menjelaskan, bahwa dalam menerapkan prinsip ESG, BSI berpegang pada tiga pilar utama. Pertama, Sustainable Banking yang meliputi peningkatan tata kelola, pengembangan produk keuangan, dan peningkatan penyaluran pembiayaan berkelanjutan.
Kedua, Sustainable Operation yang berfokus pada pencapaian target NZE, transformasi digital, dan perlindungan data pribadi. Ketiga, Sustainable Beyond Banking yang bertujuan memperluas akses layanan keuangan serta optimalisasi distribusi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lihat Juga :