Koreksi Distribusi LPG 3 Kg Bikin Ribet: Pakai KTP hingga Wajib di Pangkalan Resmi

Selasa, 04 Februari 2025 - 14:47 WIB
loading...
Koreksi Distribusi LPG...
Pemerintah melarang penjualan elpiji 3 kg melalui pengecer mulai Sabtu (1/2) lalu. Maksud hati mengoreksi distribusi LPG 3 Kg yang belum tepat sasaran, kebijakan baru ini justru buat warga kecil makin kesulitan. Foto/Aldi Chandra, SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Pemerintah melarang penjualan elpiji 3 kilogram (kg) atau Liquefied petroleum gas (LPG) melalui pengecer mulai Sabtu (1/2/2025) lalu. Maksud hati mengoreksi distribusi LPG 3 kg yang belum tepat sasaran, kebijakan baru ini justru membuat warga kecil makin kesulitan untuk mendapatkan elpiji.

Bahkan ada syarat pembelian elpiji 3 kg di pangkalan lpg resmi, termasuk batas pembeliannya?. Adapun segmen pengguna LPG 3 kg yakni rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran dan nelayan sasaran.

Baca Juga: Cara Cek Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Terdekat, Mudah dan Praktis!

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan, masyarakat kini bisa membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi. Nah, untuk membeli elpiji 3 kg di pangkalan ini, masyarakat memang perlu menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“(Data pembelian) Akan tercatat secara digital melalui aplikasi Merchant Apps Pertamina (MAP),” jelas Heppy.

Sementara terkait pembatasan, pertamina menerangkan belum ada pembatasan seperti dilansir akun X (Twitter) @MyPertaminaID. Dijelaskan bahwa pembelian elpiji 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro belum dilakukan pembatasan.

Namun, pembelian elpiji 3 kg wajib menunjukkan KTP agar subsidi dapat tepat sasaran. Selain itu, Pertamina juga akan melakukan tracking atau pelacakan terkait pembelian elpiji 3 kg yang tidak wajar atau dalam jumlah banyak.

Merespon pembelian LPG 3 kg hanya dilayani di Pangkalan Resmi Pertamina mulai 1 Februari 2025, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menyiapkan akses link titik-titik pangkalan LPG 3 kg terdekat yang dapat dikunjungi langsung oleh masyarakat penguna LPG 3 Kg.

"Untuk kemudahan masyarakat menemukan pangkalan LPG 3 kg terdekat, kami menyiapkan akses mencari pangkalan terdekat melalui link berikut https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg atau bisa meminta informasi melalui Pertamina Call Center 135. Pengecer juga dapat menjadi pangkalan setelah memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari.

Keluhan Warga

Kebijakan pembatasan penjualan LPG 3 Kg yang hanya berada di pangkalan resmi dikeluhkan oleh sejumlah warga. Salah satunya Riana (42), warga Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, mengapresiasi langkah Pertamina membatasi pembelian LPG 3 Kg hanya di pangkalan resmi. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penyelewengan penggunaan LPG.

"Kita harap setelah kebijakan ini, tidak ada lagi penyelewengan. Sehingga stok tersedia dan kita tak kesulitan lagi cari LPG 3 kg. Apalagi pemerintah menjamin harga, kualitas dan takarannya," kata Riana.

Namun Riana masih bingung kemana ia harus mendapatkan LPG ukuran 3 kg jika gas di rumahnya habis saat malam hari. Karena sulit mencari pangkalan yang buka 24 jam.

"Sulit cari pangkalan yang buka 24 jam. Paling lama jam 9 malam. Selama ini pengecer jadi solusi kalau gas kita habis malam hari. Kita kan ga tahu juga gas di rumah habis jam berapa. Kalau harus stok tabung cadangan, biaya lagi dan penyimpanan juga kalau tidak hati-hati, bisa berbahaya. Makanya setelah kebijakan ini sebaiknya Pertamina juga memastikan pangkalan buka 24 jam," pungkasnya.

Sementara itu Engkos Koswara (70), pemilik pangkalan gas di Bandung berharap agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan memungkinkan warung-warung untuk kembali menjual gas melon. Menurutnya, dengan keterlibatan warung, distribusi gas akan lebih merata dan mempermudah masyarakat, terutama yang tidak dapat datang langsung ke pangkalan.

“Dengan warung ikut menjual, proses distribusi akan lebih baik, dan kami bisa berbagi keuntungan dengan mereka,” harap Engkos.

Masih banyaknya warga yang kesulitan mengakses pangkalan resmi, juga menjadi keluhan. Seperti Sofi, salah satu warga Depon yang mengatakan kesulitan memperoleh gas melon menjadi kendala saat hendak memasak.

Ia pun telah mengantre kurang lebih 1 jam untuk memperoleh tabung gas melon (sebutan untuk LPG 3 Kg) usai keliling di wilayah Depok Timur.

"Dari kemarin seluruh toko sudah enggak ada, buat masak sehari-hari, tadi sudah ngantri kira-kira 1 jam. Sudah keliling-keliling ke seluruh Depok Timur di sana nggak ada sudah kosong," ujar Sofi.

Baca Juga: Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini

Lebih lanjut, Sofi berharap ke depan penyediaan gas lebih baik lagi jangan sampai terjadi kelangkaan apalagi merugikan rakyat kecil. "Harapannya lebih baik lagi gas jangan sampai langka kasihan untuk pemakai, tukang dagang kecil," pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
5,8 Juta Tabung LPG...
5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Perkuat Pasokan selama Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Pangkas Beban Fiskal,...
Pangkas Beban Fiskal, Konversi LPG ke CNG Digadang-gadang Bisa Hemat Rp137 Triliun
Bahlil Buka Opsi LPG...
Bahlil Buka Opsi LPG 3 Kg Diganti CNG, Masuk Tahap Uji Coba
65 SPBU Terlibat Penyalahgunaan...
65 SPBU Terlibat Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Begini Modusnya
Polri Ungkap Modus Penyalahgunaan...
Polri Ungkap Modus Penyalahgunaan BBM-Elpiji Bersubsidi
Polri Ungkap Kasus Penyalahgunaan...
Polri Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM-Elpiji Subsidi, 672 Tersangka Ditangkap
Rekomendasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Berita Terkini
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved