Nyiksa Rakyat, Prabowo Didesak Copot Bahlil Ganti Menteri ESDM
Selasa, 04 Februari 2025 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, lebih nyaman membeli di warung keolontong meski harga jualnya lebih dari Rp19 ribu. Sebab, di warung eceran Peris biasa membeli gas elpiji bisa langsung diantar ke rumah bahkan dipasangkan oleh penjual gas eceran.
"Ini sudah lebih 1 jam antre, kalau harga memang lebih murah di sini (pangkalan), kalau pengecer biasa harga itu Rp22-Rp23 ribu, kalau di sini (pangkalan) Rp19 ribu. Kalau saya pilih di warung saja, kecuali di sini tidak antre, kalau antre mending di warung saja," ungkapnya.
Warga lain, Siti juga mengeluhkan hal sama terkait panjangnya antrean pembelian gas di pangkalan. Pemakaian gas Siti sendiri untuk mendukung aktivitas jualan kue kering di pasar. Ketika mendapatkan gas susah, maka berdampak pada kerugian secara ekonomi yang dialaminya.
"Kalau harga mau berapa saja, yang penting ada barangnya, kita beli yang penting jangan dipersulit, murah kalau sulit bahaya, muter muter kita cari nya ngabisin bensin, rugi waktu," lanjutnya.
Bonar, Siti, dan Peris punya harapan yang sama agar masyarakat tidak persulit untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg. Sebab sudah menjadi kebutuhan fundamental untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat kelas bawah maupun menunjang kehidupan sehari - hari untuk mengolah makanan untuk keluarga.
Berdasarkan pantauan, antrean masyarakat ramai terjadi di beberapa pangkalan gas LPG 3 Kg pada beberapa titik di Tangerang Selatan sampai Tangerang Kota. Pertama, antrean terjadi di Jalan Aria Putra, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Tidak jauh dari situ, terlihat juga antrean di depan ruko pangkalan gas LPG di Jl. Bukit Indah No.15, Serua, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Selain itu juga terjadi antrean di JL. Imam Bonjol No.104, Bojong Raya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang. Titik ini sampai menimbulkan kemacetan karena terjadi proses bongkar tabung gas elpiji 3 Kg dari truk ke pangkalan. Tidak jauh, antrean warga juga terlihat di pangkalan Jl. Kav. Pemda Raya no.129, Kec. Cibodas, Kota Tangerang.
"Ini sudah lebih 1 jam antre, kalau harga memang lebih murah di sini (pangkalan), kalau pengecer biasa harga itu Rp22-Rp23 ribu, kalau di sini (pangkalan) Rp19 ribu. Kalau saya pilih di warung saja, kecuali di sini tidak antre, kalau antre mending di warung saja," ungkapnya.
Warga lain, Siti juga mengeluhkan hal sama terkait panjangnya antrean pembelian gas di pangkalan. Pemakaian gas Siti sendiri untuk mendukung aktivitas jualan kue kering di pasar. Ketika mendapatkan gas susah, maka berdampak pada kerugian secara ekonomi yang dialaminya.
"Kalau harga mau berapa saja, yang penting ada barangnya, kita beli yang penting jangan dipersulit, murah kalau sulit bahaya, muter muter kita cari nya ngabisin bensin, rugi waktu," lanjutnya.
Bonar, Siti, dan Peris punya harapan yang sama agar masyarakat tidak persulit untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg. Sebab sudah menjadi kebutuhan fundamental untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat kelas bawah maupun menunjang kehidupan sehari - hari untuk mengolah makanan untuk keluarga.
Berdasarkan pantauan, antrean masyarakat ramai terjadi di beberapa pangkalan gas LPG 3 Kg pada beberapa titik di Tangerang Selatan sampai Tangerang Kota. Pertama, antrean terjadi di Jalan Aria Putra, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Tidak jauh dari situ, terlihat juga antrean di depan ruko pangkalan gas LPG di Jl. Bukit Indah No.15, Serua, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Selain itu juga terjadi antrean di JL. Imam Bonjol No.104, Bojong Raya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang. Titik ini sampai menimbulkan kemacetan karena terjadi proses bongkar tabung gas elpiji 3 Kg dari truk ke pangkalan. Tidak jauh, antrean warga juga terlihat di pangkalan Jl. Kav. Pemda Raya no.129, Kec. Cibodas, Kota Tangerang.
Lihat Juga :