AS Cabut dari Perjanjian Iklim Paris, Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia
Rabu, 05 Februari 2025 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Novita, semua bentuk bencana ini memiliki korelasi erat dengan dampak krisis iklim.
"Sebagai negara kepulauan tropis, Indonesia juga terancam badai, banjir, kekeringan, dan krisis pangan akibat krisis iklim. Kita justru harus semakin serius menyikapi transisi energi untuk melindungi ketahanan nasional," kata Novita.
Novita mengungkapkan, Indonesia harus serius menggarap sumber pendanaan transisi energi dari dalam negeri dengan sumber yang ada di depan mata. Misalnya, dari potensi penerimaan negara dari peningkatan pungutan produksi batubara. Produksi batubara pada 2024 mencapai lebih dari 833 juta ton dan diprediksi akan melebihi 900 juta ton kedepannya.
"Menurut Sustain, potensi penerimaan negara dari peningkatan pungutan produksi batubara dari korporasi, yang selama ini terus mendapatkan super normal profit dapat mencapai USD23,58 miliar per tahun ini saja sudah lebih besar dari komitmen JETP," pungkas Novita.
"Sebagai negara kepulauan tropis, Indonesia juga terancam badai, banjir, kekeringan, dan krisis pangan akibat krisis iklim. Kita justru harus semakin serius menyikapi transisi energi untuk melindungi ketahanan nasional," kata Novita.
Novita mengungkapkan, Indonesia harus serius menggarap sumber pendanaan transisi energi dari dalam negeri dengan sumber yang ada di depan mata. Misalnya, dari potensi penerimaan negara dari peningkatan pungutan produksi batubara. Produksi batubara pada 2024 mencapai lebih dari 833 juta ton dan diprediksi akan melebihi 900 juta ton kedepannya.
"Menurut Sustain, potensi penerimaan negara dari peningkatan pungutan produksi batubara dari korporasi, yang selama ini terus mendapatkan super normal profit dapat mencapai USD23,58 miliar per tahun ini saja sudah lebih besar dari komitmen JETP," pungkas Novita.
(nng)
Lihat Juga :