Covid-19 Pengaruhi Target Pembangunan, Jokowi Ajak Tidak Pesimistis

Rabu, 15 April 2020 - 06:28 WIB
loading...
A A A
Adapun angka pengangguran yang selama ini sudah menurun, konsisten juga akan mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikannya bisa lebih dari 5 juta jika paling berat. “Dalam skenario berat, kita perkirakan bisa ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran baru. Dalam skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta,” ungkap Sri Mulyani.

Sebelumnya, angka kemiskinan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Seperti pada 2019, angka kemiskinan indonesia ada di angka 9,22% atau 24,79 juta orang, sedangkan untuk angka pengangguran Indonesia yakni 5,28% atau 7,05 juta orang.

Pandemi virus corona yang melanda dunia memang berdampak terguncangnya ekonomi global. Segala upaya dan daya pun dilakukan banyak negara untuk memperkecil dampak krisis ekonomi akibat corona itu.

Krisis ekonomi sebenarnya telah dimulai sejak 9 Maret ketika para manajer investasi menghadapi penarikan dana oleh para investor. Orang tidak memilih investasi berisiko dan lebih memilih menyimpan dana pada obligasi yang dikeluarkan pemerintah.

Tidak ingin terjerumus pada krisis ekonomi lebih dalam, negara-negara kaya berusaha menggelontorkan triliunan dolar untuk menjaga ekonomi mereka tetap berjalan. Banyak negara mengeluarkan kebijakan ekonomi dan penangguhan kredit untuk menyelamatkan sektor industri.

Di Eropa, bank yang belum pulih dari krisis keuangan 2008 justru mengalami ketakutan menghadapi kredit macet. Para politikus di Eropa hingga saat ini menyatakan tidak akan mengeluarkan dana talangan untuk industri dari pajak. Di Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump memperlonggar aturan bagaimana uang bisa disimpan di bank dan memotong pajak hingga USD32 miliar. “Dunia saat ini menuju krisis keuangan,” kata Emilios Avgouleas, pakar keuangan internasional Universitas Edinburgh, kepada Al Jazeera.

Di tengah krisis global, dunia pun menyaksikan peningkatan pengangguran terparah sejak Great Depression. Sektor paling parah dilanda badai adalah penerbangan, hotel, dan pariwisata. Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyatakan pandemi itu akan menghancurkan 6,7 jam kerja di seluruh dunia atau setara 195 juta pekerja.

Langkah Pemerintah

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak penyebaran corona, dalam hal ini untuk mengatasi meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. "Untuk tadi dengan implikasi naiknya jumlah kemiskinan dan pengangguran maka langkah dalam jangka pendek menengah-panjang tidak bisa dilepaskan,” kata Sri Mulyani.

Untuk jangka pendek, salah satu yang disiapkan pemerintah adalah menaikkan alokasi anggaran untuk Kartu Prakerja, yang dari sebelumnya hanya Rp10 triliun naik menjadi Rp20 triliun. “Itu bisa 5,6 juta masyarakat yang terdampak PHK ini bisa di-absorb. Ini belum termasuk BPJS tenaga kerja yang masih memiliki juga uang iuran dari perusahaan yang bisa dipakai untuk memberikan benefit kepada para masyarakat yang terkena PHK,” ungkapnya.

Langkah lainnya adalah menggenjot program padat karya tunai. Dia mengatakan semua kementerian/lembaga yang memiliki anggaran untuk diarahkan pada proyek-proyek padat karya. Hal ini seperti yang dilakukan Kementerian PUPR.

“Untuk realokasi anggaran dalam menciptakan proyek padat karya di 1.000 lokasi. Artinya dalam jangka pendek, dana desa juga untuk bansos dan padat karya. Kita gunakan seluruh instrumen untuk membuat dampak negatif PHK dan pengurangan kesempatan kerja bisa diserap dengan mekanisme yang kami siapkan,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved