Corona Belum Pasti Kapan Berakhir, Sri Mulyani Siapkan Dana Darurat Rp60 Triliun
Kamis, 03 September 2020 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi )
Menurutnya, langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemerintah tahun 2020 ini di dalam rangka menghadapi Covid selama ini cukup baik dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder. "Secara politik kami berterima kasih kepada Komisi XI (juga di Badan Anggaran), sangat clear dan positif," tandasnya.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan belanja dalam RAPBN 2021 sebesar Rp2.747,5 triliun. Sementara, pendapatan negara hanya Rp1.776,4 triliun. Beberapa belanja yang akan dilakukan salah satunya adalah sektor kesehatan. Dana yang disiapkan sebesar Rp169,7 triliun atau setara dengan 6,2% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kemudian, anggaran pendidikan ditetapkan sebesar Rp549,5 triliun atau 20% dari total belanja di APBN. Lalu, pembangunan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) pada 2021 sebesar Rp30,5 triliun.
Sementara, pembangunan infrastruktur dialokasikan sebesar Rp414 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun, perlindungan sosial Rp419,3 triliun, dan pariwisata Rp14,4 triliun. Dengan target tersebut, defisit RAPBN 2021 ditarget sebesar 5,5 persen. Angka ini naik prediksi sebelumnya yang berada di kisaran 4,5% sampai 4,7%.
Menurutnya, langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemerintah tahun 2020 ini di dalam rangka menghadapi Covid selama ini cukup baik dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder. "Secara politik kami berterima kasih kepada Komisi XI (juga di Badan Anggaran), sangat clear dan positif," tandasnya.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan belanja dalam RAPBN 2021 sebesar Rp2.747,5 triliun. Sementara, pendapatan negara hanya Rp1.776,4 triliun. Beberapa belanja yang akan dilakukan salah satunya adalah sektor kesehatan. Dana yang disiapkan sebesar Rp169,7 triliun atau setara dengan 6,2% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kemudian, anggaran pendidikan ditetapkan sebesar Rp549,5 triliun atau 20% dari total belanja di APBN. Lalu, pembangunan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) pada 2021 sebesar Rp30,5 triliun.
Sementara, pembangunan infrastruktur dialokasikan sebesar Rp414 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun, perlindungan sosial Rp419,3 triliun, dan pariwisata Rp14,4 triliun. Dengan target tersebut, defisit RAPBN 2021 ditarget sebesar 5,5 persen. Angka ini naik prediksi sebelumnya yang berada di kisaran 4,5% sampai 4,7%.
(akr)
Lihat Juga :