Tren PNBP Merosot Seiring Pelemahan Harga Komoditas
Kamis, 03 September 2020 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, yang menjadi kekhawatiran saat ini adalah tren share PNBP tahun 2020-2021 sebab ada kecenderungan mengalami penurunan. Dia menjelaskan bahwa sebelum adanya Covid-19, pada tahun 2019 PNBP sudah turun pertumbuhannya minus 0,08% atau sekitar Rp408 triliun. (Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Ubah Strategi, Berikut Ini 8 Targetnya )
Pada tahun 2020 ini, PNBP akan lebih rendah lagi berada pada minus 28%. "Pada tahun depan akan ada ekspektasi PNBP relatif stabil meski minus 0,21% yakni di kisaran Rp290-an triliun," ucap dia.
Dari sisi sumbangan yang cukup siginifikan terhadap penerimaan pendapatan negara, PNBP ini terus menjadi perhatian pemerintah dengan tidak sekedar bergantung pada komoditas.
Sumbangan terbesar 2014 ada di SDA baik migas atau non migas. Tapi karena harga komoditas terus melemah dalam 5 tahun terakhir jadi sumbangan pendapatan SDA kepada PNBP ikut menyusut. Sehingga realisasinya hanya 37,7% dan pada tahun 2020 ini kontribusi hanya 26%.
"Bahkan yang menarik dalam pemerintahan Jokowi saat ini adalah yang sebelumnya sumbangan deviden kepada PNBP cukup signifikan di 2014 sekitar Rp40 triliun bahkan bisa Rp80 triliun tapi dengan alasan Covid dividen ini dipangkas atau menurun jadi minus 19% dan tahun depan diproyeksi lebih dikit lagi jadi Rp26,13 triliun," beber Abra.
Pada tahun 2020 ini, PNBP akan lebih rendah lagi berada pada minus 28%. "Pada tahun depan akan ada ekspektasi PNBP relatif stabil meski minus 0,21% yakni di kisaran Rp290-an triliun," ucap dia.
Dari sisi sumbangan yang cukup siginifikan terhadap penerimaan pendapatan negara, PNBP ini terus menjadi perhatian pemerintah dengan tidak sekedar bergantung pada komoditas.
Sumbangan terbesar 2014 ada di SDA baik migas atau non migas. Tapi karena harga komoditas terus melemah dalam 5 tahun terakhir jadi sumbangan pendapatan SDA kepada PNBP ikut menyusut. Sehingga realisasinya hanya 37,7% dan pada tahun 2020 ini kontribusi hanya 26%.
"Bahkan yang menarik dalam pemerintahan Jokowi saat ini adalah yang sebelumnya sumbangan deviden kepada PNBP cukup signifikan di 2014 sekitar Rp40 triliun bahkan bisa Rp80 triliun tapi dengan alasan Covid dividen ini dipangkas atau menurun jadi minus 19% dan tahun depan diproyeksi lebih dikit lagi jadi Rp26,13 triliun," beber Abra.
(ind)
Lihat Juga :