alexametrics

Investree Catatkan Fasilitas Pinjaman Rp4,55 Triliun

loading...
Investree Catatkan Fasilitas Pinjaman Rp4,55 Triliun
Investree membukukan total fasilitas pinjaman Rp4,55 triliun hingga awal bulan Februari 2020. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PT Investree Radhika Jaya (Investree) membukukan total fasilitas pinjaman Rp4,55 triliun hingga awal bulan Februari 2020. Dari nilai tersebut tercatat pinjaman yang tersalurkan mencapai Rp3,53 triliun dengan rata-rata tingkat pengembalian (return) 16,1% p.a. dan rasio TKB90: 99,01%.

Ekspansi terbaru yang dilakukan adalah kolaborasi antara Investree, tanamduit, dan Principal Asset Management yaitu produk Reksa Dana Pasar Uang Konvensional dan Syariah. Ini menjadi nilai tambah dan alternatif pilihan berinvestasi bagi masyarakat yang menjadi Lender di Investree untuk mendiversifikasikan portofolio dana Cash-in-Hand (CIH) di akun Investree mereka.

Transaksi bisa dilakukan secara 100% online dan durasi singkat. Selain itu, produk investasi ini juga terjamin karena Reksa Dana Tipe Pasar Uang mempunyai risiko yang cenderung rendah dari aspek default, berkurangnya Nilai Aktiva Bersih (NAB), maupun likuiditas.



Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan Investree menyambut rekanan baru Principal Asset Management, sebagai perusahaan MI terkemuka di Indonesia. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengeluarkan inovasi yang kaya manfaat bagi masyarakat yang sudah melek finansial dan teknologi.

"Kami ingin mengajak mereka mengenal lebih jauh ragam produk investasi dan mendiversifikasikan portofolio, apalagi kerja sama ini ada produk syariahnya. Bisa menjadi pilihan cerdas bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip Islam," ujar Adrian di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Setelah adanya penandatanganan kerja sama, Lender di Investree dapat menginvestasikan dana mereka pada produk investasi yang diterbitkan oleh Principal Asset Management selaku MI yaitu Reksa Dana Principal Cash Fund dan Reksa Dana Principal Cash Fund Syariah melalui bantuan tanamduit sebagai APERD yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kedua produk ini pun akan masuk ke dalam layanan Reksa Dana for Lender yang dimiliki oleh Investree sebagai upaya perluasan akses berinvestasi bagi para pengguna, terlebih investor pemula yang mencari alternatif investasi aman namun tetap menguntungkan. Akses berinvestasi reksa dana berjenis pasar uang ini akan tersedia di www.investree.id dan aplikasi mobile Investree for Lender.

Chief Executive Officer Principal Asset Management, Agung Budiono, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi dengan dukungan teknologi digital demi menjangkau berbagai kalangan masyarakat terhadap produk investasi.

"Kolaborasi dengan Investree dan tanamduit diharapkan mampu membuka akses transaksi investasi secara lebih luas dan mudah," ujar Agung.

Principal memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam mengelola dana nasabah di Indonesia. Dengan menghadirkan Produk Reksa Dana Pasar Uang Konvensional dan Syariah bersama Investree dan tanamduit, Principal bermaksud untuk mempermudah pengadaan reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan para Lender di Investree.

Sementara itu, Co-Founder tanamduit, Rini Hapsari, mengungkapkan, tanamduit sebagai platform digital wealth management berkomitmen untuk selalu menjamin keamanan para investor dalam melakukan transaksi, serta menyediakan kemudahan dan kenyamanan kepada investor.

Pihaknya memberikan bantuan secara komprehensif dalam mengeksekusi rencana keuangan dan memonitor perkembangan capaian investasi dengan menyajikan fasilitas self-learning untuk masyarakat yang masih awam berinvestasi reksa dana dan membantu mereka mengetahui profil risikonya.

"Dengan demikian, tanamduit dapat merekomendasikan produk yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat. Saat ini, tanamduit memiliki sekitar 180.000 investor yang sudah memiliki rekening reksa dana," ujar Rini.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak