Tingkatkan Keamanan Aktivitas Tambang, Freeport Gunakan Teknologi Smart Mining
Selasa, 18 Februari 2025 - 20:54 WIB
loading...
PT Freeport Indonesia (PTFI) menerapkan konsep smart mining dalam upaya meningkatkan keamanan aktivitas pertambangan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia ( PTFI ) menerapkan konsep smart mining yang terbukti mampu meningkatkan keamanan serta produktivitas dalam aktivitas operasional pertambangan. Saat ini, PTFI telah mengimplementasikan teknologi berbasis cloud computing dengan tingkat adopsi mencapai 80% dan menggunakan lebih dari 200 server untuk mendukung sistem operasional.
"Dengan smart mining, kehadiran manusia dalam proses peledakan, hauling, dan crushing menjadi sangat minimal, itu membuat tingkat keamanannya lebih baik. Dan, dengan pengoperasian secara remote dari jarak 8 kilometer maka produktivitas dapat meningkat," ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam rangkaian diskusi di acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025, di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga: Kampus Batal Dapat Jatah Kelola Tambang, Ini Penjelasan dari DPR
Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini telah memangkas waktu operasional hingga 2 jam per hari dan berdampak pada efisiensi biaya operasional. Ia mencontohkan, karyawan biasanya membutuhkan waktu hingga dua jam untuk pulang dan pergi ke dalam tambang bawah tanah.
"Dengan teknologi ini, kita bisa menghemat 2 jam per hari, dan tentu saja dari segi biaya akan jauh lebih rendah," jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, teknologi yang diterapkan juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data yang lebih akurat. Meski demikian, Tony menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manusia, sementara teknologi berperan sebagai alat bantu dalam proses analisis dan pengolahan data.
"Pengambilan keputusan tetap dilakukan oleh manusia, tapi prosesnya menjadi lebih cepat dengan data yang lebih akurat," tambahnya.
"Dengan smart mining, kehadiran manusia dalam proses peledakan, hauling, dan crushing menjadi sangat minimal, itu membuat tingkat keamanannya lebih baik. Dan, dengan pengoperasian secara remote dari jarak 8 kilometer maka produktivitas dapat meningkat," ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam rangkaian diskusi di acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025, di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga: Kampus Batal Dapat Jatah Kelola Tambang, Ini Penjelasan dari DPR
Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini telah memangkas waktu operasional hingga 2 jam per hari dan berdampak pada efisiensi biaya operasional. Ia mencontohkan, karyawan biasanya membutuhkan waktu hingga dua jam untuk pulang dan pergi ke dalam tambang bawah tanah.
"Dengan teknologi ini, kita bisa menghemat 2 jam per hari, dan tentu saja dari segi biaya akan jauh lebih rendah," jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, teknologi yang diterapkan juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data yang lebih akurat. Meski demikian, Tony menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manusia, sementara teknologi berperan sebagai alat bantu dalam proses analisis dan pengolahan data.
"Pengambilan keputusan tetap dilakukan oleh manusia, tapi prosesnya menjadi lebih cepat dengan data yang lebih akurat," tambahnya.
Lihat Juga :